Polsek Penengahan Lamsel Panggil Orang Tua Dan Perangkat Desa

Kapolsek Penengahan Iptu Dixko saat mengundang ortu dan aparat desa terkait 13 anak yang diduga akan tawuran. Foto : Humas Polsek

Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id — Pasca ditemukannya para pelajar yang akan melakukan tawuran beberapa waktu lalu, Polsek Penengahan akhirnya memanggil para orang tua (Ortu), perangkat desa di Mapolsek, Sabtu (12/10/2024).

Selain itu, 13 siswa yang diduga akan mengikuti tawuran juga diberikan pembinaan dan imbauan, agar tidak melakukan perbuatannya lagi.

Kapolsek Penengahan Iptu Dixko Romadi Alfansyah Subing mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, pengagalan aksi tawuran itu terjadi pada hari Rabu (2/10/2024) sekira pukul 01.00 WIB.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian memberikan imbauan kepada para ortu untuk mengawasi dan menjaga anak-anaknya apabila sudah sampai pukul 20.00-22.00 WIB belum pulang, sehingga mereka berperan aktif untuk mengecek keberadaannya dan diperintahkan pulang.

Namun apabila terjadi penolakan dari anak-anaknya, para ortu diminta bersikap lebih tegas untuk mencegah anak-anak terlibat perbuatan melanggar hukum.

“Apabila melihat kejadian tawuran, segera menginformasikan ke kepolisian dan jangan main hakim sendiri, sehingga tidak menimbulkan korban dari pihak masyarakat dan anak-anak yang akan melakukan tawuran,” kata Kapolsek seperti dilansir dari Rilisid.

Menurut Iptu Dixko menambahkan, anak-anak tersebut tidak boleh lagi terlibat tawuran atau geng motor, karena bisa merusak masa depan mereka sendiri.

Karena, apabila sudah ada catatan di kepolisian, hal itu akan mempersulit mereka untuk mendapatkan SKCK sebagai syarat menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi dan mencari pekerjaan.

Sebelumnya, anggota Polsek Penengahan mendapatkan laporan dari masyarakat Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang ada sekelompok anak muda yang berkumpul dan berniat melakukan tawuran dengan pemuda Desa Tri Dharma Yoga.

Setelah itu petugas patroli dan Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Penengahan bergerak menuju lokasi dan melihat sejumlah anak langsung melarikan diri meninggalkan lima unit sepeda motor berbagai jenis senjata tajam seperti celurit panjang, pedang, golok, dan bambu

Dari kejadian itu, polisi mendapatkan nama-nama 13 siswa yang malam itu akan melakukan tawuran. (*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *