Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Pukul Gamolan Pekhing Tandai Pembukaan GSMS

Lampung Barat, etalaseinfo (SMSI) – Bupati Lampung Barat (Lambar) Hi. Parosil Mabsus menghadiri sekaligus membuka acara Gerakan Seniman Masuk
Sekolah (GSMS) di Gedung Olah Raga (GOR) Ajisaka Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas Kecamatan Balik Bukit, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Barat ke-30 Tahun, Jumat (8/10/2021) dengan menghadirkan 30 seniman yang tersebar di 15 Kecamatan yang ada di Lampung Barat.
Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pemukulan gamolan pekhing oleh Bupati Lambar, Parosil Mabsus dan Kepala Dinas Pendidikan, Bulki S.Pd., MM.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus memberikan apresiasi khusus kepada GSMS yang sudah memberikan keilmuan, pengetahuan serta memberikan motivasi kepada kepala sekolah, dewan guru dan kepada para siswa-siswinya untuk sama-sama mencintai, menjaga seni budaya yang dimiliki Kabupaten Lambar.

Menurut Parosil, seni dan budaya adalah salah satu alat perekat pemersatu bangsa, sehingga ia berharap kepada para kepala sekolah agar dapat berkomitmen untuk terus melanjutkan program GSMS yang pada tahun 2021 ini sudah memasuki tahun ketiga.

“Tanpa adanya satu komitmen dan dukungan dari semua pihak tentu kegiatan ini tidak akan berjalan secara optimal dan tidak akan maksimal,” ucap Parosil.

Bupati juga mengharapkan dari seluruh pihak baik dari para guru maupun seniman untuk dapat berkolaborasi sehingga menghasilkan karya indah.

“Disaat adanya sebuah kolaborasi antar guru, seorang seniman dan dari semua pihak, saya yakin akan menghasilkan sesuatu yang indah, sesuatu yang mempunyai nilai seni yang tinggi dan juga ada sebuah konsistensi Dalam mempertahankan adat dan budaya,” Jelas Parosil.

Oleh karena itu, lanjut Parosil, Hanya kebanggaan yang menjadi salah satu komitmen kita untuk menjaga kelestarian seni dan budaya tersebut.

“Paling penting itu adalah komitmen kita, untuk apa anak-anak kita di latih dan dididik untuk menciptakan sebuah seni tari dan juga budaya, kalau tidak dijaga kelestariannya dan keberadaannya,” ungkap Parosil.(Kf-Kub-J)

Bagikan