Jelang Idul Adha Sekda Lamsel Minta Waspada Virus PMK Pada Hewan Qurban Serta Minta ASN dan THLS Tingkatkan Disiplin

Kalianda, etalaseinfo.co.id (SMSI)  – Apel Mingguan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menjadi agenda rutin disetiap minggunya yang dilaksanakan pada setiap hari Senin guna meningkatkan kedisiplinan seluruh pegawai dilingkungan setempat.

Kali ini, Apel Mingguan di pimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin S.sos., M.M. yang diikuti oleh jajaran pejabat daerah Pemkab setempat serta seluruh ASN dan THLS.

Sekertaris Daerah dalam amanatnya menghimbau kepada seluruh ASN dan THLS serta masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan untuk senantiasa berhati-hati dalam memilih dan membeli hewan qurban yang akan di jadikan qurban di perayaan Idhul Adha nanti.

Mengingat menjelang perayaan hari raya Idul Adha 1443 hijriyah tahun 2022 dihebohkan dengan merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak di beberapa wilayah di Indonesia yang dalam beberapa bulan saja ternak di 19 provinsi dan 218 Kabupaten/Kota dilaporkan telah tertular.

“Kabupaten Lampung Selatan sendiri berstatus bebas PMK yang artinya belum ada ada laporan hewan ternak yang sakit dan bergejala PMK. Namun kita harus tetap waspada dan melakukan langkah pencegahan dan antisipasi agar wabah ini tidak masuk dan menyerang hewan ternak di wilayah Kabupaten Lampung Selatan,” tuturnya.

Thamrin juga meminta kepada seluruh pihak dan dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan secara ketat dan menyeluruh serta lakukan vaksinasi PMK terhadap ternak dan sosialisasikan kepada masyarakat cara mencegah penyebaran penyakit PMK ini sehingga di harapkan wabah ini dapat di cegah untuk masuk di kabupaten yang kita cintai.

“Untuk itu saya meminta kepada seluruh pihak dan dinas terkait yang tergabung dalam Satgas PMK untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap lalulintas ternak baik yang masuk maupun keluar dari wilayah Lampung Selatan,” pintanya.

Sekretaris Daerah Lampung Selatan juga mengingatkan kepada Eselon II dan III untuk menaati kebijakan dari penerapan absensi Finger Print yang selanjutnya kebijakan tersebut pun akan diterapkan juga untuk seluruh pegawai di Lingkungan Pemerintah Daerah Lampung Selatan. Dimana, hal tersebut terkait dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Saya meminta kepada Kasubag Umum dan Kepegawaian di dinas masing-masing, untuk mencatat siapa yang tidak mengikuti apel tanpa keterangan untuk di potong Tunjangan Kinerja (tukin) nya. Karena eselon II, dan III sudah berjalan, jadi kedepannya jangan ragu-ragu untuk di potong tukinnya yg tidak apel atau tidak masuk tanpa keterangan,” ungkapnya.

“Pesan Bapak Bupati Lampung Selatan, jadi apel harus dicatat dengan benar, kalo tidak ada keterangan berarti harus dipotong tukinnya dan sesuai aturan yang baru, barang siapa yang tidak masuk kerja tanpa keterangan dalam waktu 10 hari, bisa di pecat,” tambahnya.

Dirinya juga mengajak seluruh ASN serta THLS untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri, apalagi di zaman digital saat ini kita dituntut untuk bisa mengimbangi segala perkembangan teknologi yang makin maju dan berkembang.

“Jangan pernah berhenti untuk terus belajar yang nantinya akan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja kita serta selalu menjaga kekompakkan dan kebersamaan, hindari hal-hal yang dapat mencoreng nama baik Pemerintah Daerah serta tunjukkan kekuatan integritas, profesionalisme, komitmen, semangat dan keikhlasan untuk membangun Kabupaten yang kita cintai ini,” tutupnya.(Kf-Da-J)

Bagikan