Kasus COVID-19 Bandar Lampung Banyak Dari Perkantoran

Bandarlampung – Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung mengatakan bahwa meningkatnya kasus COVID-19 di wilayahnya dalam satu pekan terakhir sebagian besar didapatkan dari klaster perkantoran.

“Banyaknya kasus COVID-19 dalam satu pekan ini, rata-rata berasal dari kantor-kantor yang melakukan tes usap secara mandiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, di Bandarlampung, Kamis.

Kemudian, lanjut dia, perusahaan-perusahaan yang melakukan tes usap secara mandiri tersebut wajib melaporkan hasilnya kepada Dinas Kesehatan Bandarlampung guna dilakukan penelusuran (tracing) jika ada karyawannya yang positif COVID-19. 

“Contohnya Rabu kemarin, salah satu bank melakukan swab kepada 22 pegawainya dan 18 diantaranya positif COVID-19, mereka lapor ke kami dan langsung dilakukan tracing oleh petugas,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Kota Bandarlampung juga dipengaruhi oleh pihaknya yang melakukan perluasan tracing kepada orang yang berkontak erat dengan pasien positif.

“Jadi kami tetap menjalankan tugas sesuai aturan penelusuran (treacing), pengujian (testing)  dan pengobatan (treatment). Penelusuran tetap akan kami lakukan jika masyarakat melakukan test swab mandiri dan hasilnya positif,” katanya.

Terkait Kota Bandarlampung yang kembali masuk ke zona merah penyebaran COVID-19, Kadinkes tersebut meminta masyarakat untuk dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai infeksi virus ini.

“Mari kita sama-sama disiplin pakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M), ini perlu kita tingkatkan lagi agar semua terhindar COVID-19,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung dr Aditya M Biomed mengatakan bahwa peningkatan tajam kasus COVID-19 dalam beberapa pekan ini karena masyarakat yang sudah mulai abai protokol kesehatan dan menganggap semua biasa saja.

“Kita lihat saat ini jalan-jalan mulai ramai, tempat nongkrong padat dengan tidak ada jarak aman, bahkan ada yang tidak pakai masker, dan di bank- bank saya tidak tau apakah masih menerapkan protokol kesehatan atau tidak,” kata dia.

Menurutnya, seharusnya masyarakat tetap menyadari bahwa COVID-19 ini belum selesai dan tidak terbuai dengan adanya vaksin yang akan disebarluaskan pemerintah.

“Saya pun prihatin kenapa kok bisa begini apakah memang masyarakat ini berharap banget segera bisa vaksin, padahal cara terampuh menghindari virus ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan atau 3M,” kata dia. (Ant)

Bagikan