Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id — Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Bintang melakukan monitoring dan pengecekan langsung terhadap warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Way Galih di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan monitoring dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kertosari Aipda D. F. bersama Penjabat Kepala Desa Kertosari R. K. serta aparatur desa setempat sekitar pukul 07.15 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa tersebut bermula pada Jumat (7/3/2026) kemarin, sekitar pukul 03.30 WIB ketika curah hujan yang tinggi sejak sore hari menyebabkan peningkatan volume air di Sungai Way Galih. Kondisi tersebut mengakibatkan tanggul sungai di wilayah Dusun 2 Desa Kertosari jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.
Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga di dua dusun terdampak genangan air. Di Dusun 1 tercatat sekitar 25 rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter, sementara di Dusun 2 terdapat sekitar 13 rumah warga yang turut terdampak banjir.
Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah area persawahan milik warga yang berada di sekitar lokasi tanggul yang jebol.
Mengetahui kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kertosari langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi masyarakat serta memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Aipda D. F. mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam memberikan pelayanan serta memastikan kondisi warga yang terdampak.
“Kami turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi masyarakat dalam keadaan aman, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait langkah penanganan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta untuk terus memantau kondisi debit air serta segera melaporkan kepada aparat desa maupun pihak kepolisian apabila terjadi peningkatan volume air yang berpotensi menimbulkan bahaya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kondisi air juga dilaporkan mulai berangsur surut dan situasi lingkungan tetap dalam keadaan kondusif.
Melalui kegiatan monitoring ini, Bhabinkamtibmas juga terus menjalin komunikasi dengan masyarakat guna memastikan kebutuhan warga yang terdampak dapat segera terkoordinasi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan warga dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka.(*)
