Bandar Lampung, etalaseinfo.co.id — Dinas Sosial Provinsi Lampung mulai menyalurkan bantuan kepada para korban banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Semaka kabupaten Tanggamus.
Kadis Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan ribuan warga dari beberapa desa di Semaka terdampak banjir, dan empat rumah hanyut.
“Sesuai arahan Gubernur kami memberi perhatian serius. Kita sudah distribusikan bantuan. Untuk teknis pengantaran hari ini rencananya langsung distribusikan dan kami antar langsung,” kata Aswarodi di Novotel Lampung, Senin (3/7/2023).
Jenis bantuan yang disalurkan untuk para korban mulai dari selimut, kasur, peralatan makanan, dan makanan siap saji. Aswarodi mengatakan semua jenis bantuan ini sesuai standar Kementerian Sosial RI.
“Bentuknya standar Kemensos dalam bentuk selimut lalu kasur, peralatan makan, makanan siap saji untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Untuk bantuan tempat tinggal mungkin ada empat keluarga yang rumahnya hanyut butuh tempat tidur dan sebagainya,” jelas dia.
Selain personel Dinsos, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan OPD lainnya juga ditugaskan untuk membantu para korban. Namun Aswarodi tidak menyebutkan besaran bantuan yang disalurkan kepada para korban banjir bandang.
“Untuk nilai kalau dikonversi dibantu oleh Kemensos jadi agak sulit mengkalkulasi. Sebab ini langsung dari pusat bukan pengadaan dari kita dan ini disupport ke kabupaten kota,” ungkapnya.
Aswarodi mengatakan saat terjadi bencana alam, tugas pokok dari Dinsos adalah memenuhi kebutuhan dasar dari masyarakat yang terdampak.
“Koordinatornya di BPBD. Kalau untuk rumah dan lain-lain semua OPD terlibat. Jadi tugas kita bagian makan, Tagana lebih ke membantu kalau ada pengungsian,” tutupnya.
Banjir bandang dan tanah longsor terjadi setelah kawasan ini diguyur hujan dengan intensitas tinggi Rabu (28/6/2023) malam hingga Kamis (29/6/2023). Bencana alam ini mengakibatkan sungai terbesar di wilayah ini yakni Way Semaka dan sungai-sungai kecil lainnya meluap.
Akibatnya 11 pekon terendam banjir yaitu Pekon Way Kerap, Kanoman, Sukaraja, Sedayu, Srikaton, Sukajaya, Kacapura, Bangun Rejo, Sidodadi, Sripurnomo, dan Bangun Rejo.
Kondisi ini diperparah dengan dugaan adanya aktivitas pembalakan liar di hulu dan perbukitan sekitar, yang ditandai ratusan meter kubik kayu dan lsyu bekas (sebetan) yang memenuhi sungai hingga terbawa ke jalan lintas Barat (Jalinbar).
Terdapat 4 titik jalan yang tertimbun longsor di ruas jalan lintas barat. Banjir juga menjebol tanggul penahan banjir di Pekon Sukaraja, Srikaton, Sedayu dan Pekon Sukajaya. (Rls.id)
