Berawal dari Bau Menyengat, Polisi Ungkap Penemuan Pria Meninggal di Rumahnya di Branti

Natar, etalaseinfo.co.id – Bau menyengat yang tercium warga dari sebuah rumah di Dusun Sidorejo RT 24 RW 09, Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan mengantarkan warga pada penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (20/5/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 08.25 WIB. Korban diketahui bernama Sugianto (60), seorang buruh yang tinggal seorang diri di rumahnya.

Kejadian bermula saat warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang berasal dari rumah korban. Karena merasa curiga, warga kemudian melapor kepada Kepala Dusun Sidorejo Faisal dan Ketua RT Sunarto untuk melakukan pengecekan.

Setelah itu keduanya menghubungi Sulin yang merupakan sepupu korban. Bersama warga, mereka kemudian membuka paksa pintu belakang rumah untuk memastikan kondisi korban.

Saat memasuki rumah, mereka menemukan korban dalam posisi terlentang di kamar belakang rumah dalam kondisi telah meninggal dunia dan mengalami pembusukan lanjut.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Natar bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi guna melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal, identifikasi, dan mengumpulkan keterangan saksi.

Suasana lokasi sempat dipenuhi warga yang berdatangan setelah mengetahui kabar penemuan tersebut. Personel kepolisian kemudian melakukan pengamanan area sekitar agar proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara berjalan lancar.

Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu menerima laporan dari warga, personel langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan pemeriksaan awal, serta memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur,” kata Setyo Budi Howo.

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi berupa diabetes, pembengkakan pada kaki yang diduga berkaitan dengan penyakit ginjal dan asam urat, serta benjolan pada bagian pundak belakang.

AKP Setyo menjelaskan berdasarkan kondisi jenazah diperkirakan korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.

“Dari kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut dan terdapat belatung, diperkirakan korban meninggal sekitar tiga sampai empat hari sebelum ditemukan,” ujarnya.

Kapolsek juga menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan maupun kehilangan barang milik korban.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan dan di lokasi juga tidak ditemukan adanya indikasi kehilangan barang-barang milik korban,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban terakhir kali terlihat warga pada Minggu (17/5/2026). Sejak saat itu korban tidak terlihat lagi beraktivitas di luar rumah.

Selain melakukan pengamanan dan pemeriksaan lokasi, kepolisian juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga serta saksi guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat, terutama terhadap warga yang tinggal seorang diri maupun memiliki kondisi kesehatan tertentu. (*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *