Pesawaran, etalaseinfo.co.id – Jajaran Polres Pesawaran bergerak cepat merespons laporan musibah kebakaran yang menghanguskan sebagian bangunan Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir, yang berada di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Peristiwa ini terjadi di Dusun I, Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, pada Kamis, 20 Agustus 2026 sekira pukul 14.00 WIB.
Mendapat laporan dari masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Gedong Tataan, Aipda Ruspanuddin, langsung mendatangi lokasi kejadian (TKP) untuk melaksanakan kegiatan Harkamtibmas, membantu pengamanan, serta mendata kerugian bersama warga dan pengurus pondok.
Berdasarkan keterangan di lapangan, ponpes tersebut memiliki bangunan setinggi 4 lantai. Titik api awal mula diketahui oleh seorang buruh bangunan berinisial AR (46) yang sedang bekerja membangun ruang asrama guru di sekitar lokasi. Api diduga berasal dari korsleting arus pendek listrik di lantai 3, yang sehari-hari diperuntukkan sebagai kamar tidur para santri.
Saat kejadian berlangsung, para santri sedang melaksanakan kegiatan belajar di masjid pondok. Namun, terdapat dua orang (satu orang tua laki-laki dan satu anak laki-laki) yang sedang mencuci pakaian dan sempat terjebak di lantai 4 (area laundry dan jemur). Keduanya berhasil menyelamatkan diri menggunakan tali panjang/selang air, meski mengalami sedikit luka lecet pada bagian telapak tangan akibat gesekan saat turun.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesawaran yang mengerahkan 1 unit armada tiba di lokasi pukul 14.45 WIB. Karena keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi, proses pemadaman harus dilakukan bolak-balik mengisi ulang tangki air hingga api berhasil dipadamkan secara total pada pukul 17.00 WIB.
Pengurus pondok pesantren, H. Warsono, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa akibat musibah ini, lantai 3 bangunan mengalami kerusakan parah pada bagian atap, keramik lantai yang terangkat, serta hangusnya fasilitas asrama seperti 12 unit lemari kayu, 24 unit ranjang tingkat, kasur, serta pakaian milik para santri. Total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp507.000.000,- (Lima Ratus Tujuh Juta Rupiah). Sementara itu, untuk sementara waktu, area istirahat para santri dipindahkan ke area masjid dan ruang kelas Taman Kanak-kanak (TK).
Kapolres Pesawaran melalui jajarannya mengimbau kepada seluruh pengelola fasilitas umum dan pondok pesantren agar secara berkala memeriksa instalasi kelistrikan guna mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran. Berkat kesigapan warga, pihak ponpes, Bhabinkamtibmas, serta petugas pemadam kebakaran, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. (*)
