NATAR, etalaseinfo.co.id – Biaya hingga puluhan juta untuk bisa menjalankan ibadah umroh ke Tanah Suci Mekah menjadi kendala bagi sebagian besar umat Islam di Tanah Air. Makanya untuk menekan biaya mahal tersebut, Yayasan Amanat Madani Indonesia (AMI) di Natar, Kabupaten Lampung Selatan memberikan subsidi dengan cara unik kepada calon jemaah umroh.
Menurut Ketua Yayasan AMI KH M Sholeh Hambali, untuk bisa mengikuti ibadah umroh calon jemaah cukup membayar Rp12 juta dan itupun bisa dicicil melalui Bank Jakarta Syariah selama 12 bulan. Lalu sisanya Rp11 juta disubsidi oleh yayasan, tetapi bukan berupa uang.
Yayasan hanya menyediakan lahan satu hektare di Desa Hajimena, Kecamaan Natar, untuk dibuka budidaya ikan lele yang akan dikelola oleh Ormas Jaringan Petani Merdeka (Jatam). Sebanyak 20 persen dari keuntungan hasil penjualan lele setiap siklusnya yang menjadi hak yayasan didonasikan kepada calon jemaah yang sudah mendaftar dan menabung di bank yang bekerja sama dengan yayasan. Masing-masing calon jemaah bakal mendapat satu kavling keramba jaring berukuran 4 kali 2 meter yang akan ditebar 3 ribu bibit lele. Ditargetkan yayasan akan memberangkatkan sebanyak 100 orang tersebut pada awal tahun 2027 mendatang.
Kenapa biaya umroh selama 9 hari tersebut hanya Rp23 juta? Menurut Ketua Yayasan, pihaknya menjalin kerja sama dengan travel umrah dan haji PT Barakah Kareem Abadi (Kareem Tour and Travel) yang akan memberikan harga promo kepada calon jemaah dari Yayasan AMI. Saya udah meneken surat perjanjian kerja sama dengan pemilik Kareem, ujar M Sholeh di sela-sela menerima calon jemaah di Jl Sebiyai, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kamis (12/02/2026).

M Sholeh menambahkan, pihaknya terpanggil untuk membantu memberangkatkan calon jemaah umroh sebagai wujud syukur atas rezeki yang telah dilimpahkan Allah SWT kepada keluarganya, baik berupa tanah dan yang lainnya. Sebetulnya sudah lama saya berniat untuk membantu calon-calon tamu Allah ini untuk berangkat ke Tanah Suci dan baru sekarang mau direalisasikan, ungkapnya.
Bahkan tidak itu saja, pihak yayasan juga akan mempersiapkan pengetahuan, mental dan fisik calon jemaah dengan mengadakan program pesantren umroh/haji. Program ini berbeda dengan manasik yang selama ini dijalani calon jemaah umroh/haji. Di sini calon jemaah dididik dan dilatih mulai dari pengetahuan tentang tatacara umroh/haji, dasar-dasar bahasa Arab, mental dan adat dan budaya Arab serta lain sebagainya, jelasnya.
Di tempat yang sama Esti dari Bank Jakarta Syariah menambahkan, pihaknya sudah menjalin kerjasa dengan Yayasan AMI untuk menampung tabungan calon jemaah umroh. Calon cukup membuka rekening dan menyetor setoran awal Rp100 ribu rupiah. Bagi calon yang berada di luar kota cukup mengirim fotocopi KTP dan mengisi formulir, lalu dibuka rekening dan bisa langsung menyetor ke rekeningnya pada hari yang sama. Jika tanpa ATM maka tabungan tersebut bebas biaya administrasi.
Sementara Ketua Satgasus Pelayan Tamu Allah yang dibentuk Yasaan AMI, Budiono menambahkan, setiap calon jemaah mendapat satu kavling keramba lele ukuran 4 kali 2 meter yang akan diisi dengan 3 ribu ekor bibit lele. Dalam dua bulan lele akan dipanen dan ditargetkan 20% dari keuntungan sebesar Rp2 juta. Sementara 80% keuntungan untuk pengelola yakni Ormas Tani Merdeka. Penebaran bibit direncanakan sesudah Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Budi, pakan lele tersebut nantinya diproduksi sendiri oleh Ormas Tani Merdeka dari bahan baku sosis bekas dan bahan pangan murah lainnya sehingga harga pakan bisa ditekan hingga Rp2 ribu/kg sehingga jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pakan dari pabrikan. (datuk)
