Bandar Lampung – Dugaan praktik “permainan” distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang diduga pengisian tidak wajar di SPBU 24.351.10 R.A Basyid Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung, kian menjadi sorotan masyarakat.
Warga menilai stok Pertalite di SPBU tersebut tidak bertahan lama dan diduga kuat diserap oleh aktivitas pelangsiran yang berlangsung berulang dengan menggunakan kendaraan pelangsir roda empat dan kendaraan bermotor jenis thunder tengki besar.
Pantauan di lapangan pada (13/10/2026) memperlihatkan adanya aktivitas mencurigakan diarea SPBU 24.351.10 Labuhan Dalam terlihat di sela antrian bermotor terdapat kendaraan jenis thunder dan kendaraan jenis kijang lgx berwarna biru yang sedang melakukan pengisian BBM jenis pertalite dengan jumlah pengisian Rp 350 Ribu sambil berbincang dengan petugas operator terkesan sudah adanya kerjasama kerap berlangganan melakukan pengisian Berlebih .
Sumber di lapangan menyebutkan, kedua kendaraan jenis motor thunder dan kendaraan mobil jenis kijang lgx biru tersebut diduga kerap melakukan pengisian BBM jenis Pertalite secara berulang di SPBU tersebut tidak hanya itu ada indikasi adanya “setoran” yang diberikan kepada oknum tertentu di lingkungan SPBU dengan nilai berkisar Rp.5000 hingga Rp10.000 per kendaraan pelangsir satu kali pengisian, Praktik ini diduga menjadi bagian dari kelancaran distribusi BBM bersubsidi yang menyimpang dari aturan.
Warga sekitar pun beberkan dugaan kendaraan tersebut diketahui kerap keluar masuk SPBU yang diduga milik penjual BBM eceran Pertamini yang tidak jauh dari SPBU .
Ia mas saya sering liat mobil tersebut keluar masuk SPBU itu kayaknya milik penjual BBM eceran Pertamini tidak jauh dari lokasi SPBU, tutupnya kepada wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPBU dikonfirmasi kedua pengawas SPBU belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut yang merugikan masyarakat tersebut.(Tim)
