Dilaporkan Pergi Dari Rumah, Wanita Ini Ditemukan Tewas Dalam Sumur

Lampung Selatan, etalaseinfo — Warga di Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), digegerkan penemuan mayat wanita berinisial M (48) di dalam sumur, Minggu (5/1/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.

Sebelumnya ibu rumah tangga tersebut dilaporkan pergi dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB tanpa membawa apa-apa dan telah beredar di akun media sosial Facebook 

Warga kemudian secara bersama-sama malakukan pencarian di pekarangan dan perkebunan di sekitar rumah korban, namun tidak kunjung ditemukan.

Warga dan pihak keluarga lalu berinisiatif untuk menguras sumur yang sudah tidak terpakai lagi milik adik korban, dan alangkah terkejutnya setelah debit air berkurang terlihat mayat yang diduga adalah korban.

Aparat Polsek Candipuro lalu menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lamsel untuk melakukan evakuasi.

Baru sekitar pukul 09.30 WIB, tim berhasil melakukan evakuasi, namun saat korban hendak dibawa ke Puskesmas pihak keluarga metolak, sehingga petugas medis hanya memeriksa secara kasat mata terhadap korban.

Kapolsek Candipuro AKP Farid Riyanto mewakili Kapolres Lamsel AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, hasil pemeriksaan petugas medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan outopsi.

“Suami korban menerangkan tidak ada masalah dalam keluarga, ia dan istrinya tidur sekitar pukul 21.00 WIB dan saat terbangun keesokan harinya pukul 03.00 WIB, korban sudah tidak ada di tempat tidur,” kata Kapolsek

AKP Farid menambahkan, sebelum pergi dari rumah, diduga korban mengganti pakaian terlebih dahulu, karena pakaian yang digunakan korban pada saat tidur sudah dalam keadaan tergantung di belakang pintu kamar.

Diperolah keterangan lain, bahwa korban dan suaminya sama-sama kerja borongan tandur di sawah milik warga dan pulang ke rumah sekitar jam 16.00 WIB bersama dengan rekan-rekan sesama buruh.

“Pihak Keluarga korban menolak dilakukan outopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, maka dibuat surat pernyataan dan korban segera dimakamkan,” pungkas AKP Farid Riyanto. (*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *