Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id – Sebuah lokasi yang diduga tempat penampungan BBM ilegal milik aparat terbakar di jalan Lintas Sumatera, Desa Haduyang, Natar, Lampung Selatan. Rabu 27 September 2023 sekitar pukul 17.00 WIB.
Lokasi penampungan BBM itu nyaris tak terlihat. Lokasi yang terbakar di depan perusahaan AMP milik pejabat di Lampung. Selintas aktifitas sehari hari hanya nampak berupa rest area parkiran mobil truk fuso dan bengkel pres per mobil.
“Asap mengepul membumbung tinggi, kobaran api sangat besar terlihat dari jauh. Asap hitan tebel pekat, api gede-gede banget. Banyak orang teriak kebakaran kebaran. Banyak pohon disekitar lokasi juga terbakar,” kata warga taj jauh dari lokasi kebakaran.
Menurutnya, lokasi yang terbakar itu diketahui banyak orang adalah gudang BBM milik oknum anggota. “Ya mas, itu gudanv BBM punya anggota,” katanya.
Lokasi gudang itu sudah ada dan beroperasi sejak beberapa tahun lalu, dan Setiap hari ada truk tangki pertamina yang keluar masuk areal itu.
Selain mobil pertamina, lokasi itu juga menjadi tempat menurunkan CPO (limbah sawit) milik pengusaha berinisial Fh warga Kabupaten Pesawaran.

Kebakaran Gudang BBM di Kemiling MJ
Sementara kasus ledakan gudang tempat penimbunan BBM ilegal di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Kemiling, yang menewaskan satu orang Mei 2023 juga masih misteri.
Pasalnya hampir dua bulan sejak peristiwa itu pada Selasa malam, 30 Mei 2023 hingga saat ini belum terungkap siapa aktor atau otak pelaku penimbun BBM tersebut.
Padahal satu orang sopir Pertamina atas nama Ahmad Supriyanto (52) meninggal karena terbakar, akibat ledakan tersebut dan sempat dirawat di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.
Warga sekitar yang menyaksikan tragedi tersebut Irhman mengatakan, sopir yang menggunakan kaos pendek sempat minta tolong karena badannya penuh dengan api.
Setelah keluar dari ledakan itu, dengan posisi api masih menyala di tubuhnya korban langsung berlari menuju bak air. “Ga tau kasus gimana mas. Kabarnya banyak aparat terlibat,” kata warga sekitar lokasi.
Menurut warga aktivitas ilegal yang berjalan saat malam hari. Warga menduga tempat cucian mobil itu hanya dijadikan modus agar warga tidak curiga.
“Modusnya aja cuci mobil, masak setiap malam berisik mobil Pertamina masuk dan mobil-mobil bak modifikasi masuk,” katanya.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan kejadian tersebut masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil dari tim Puslabfor Polda Sumatera Selatan. “Masih penyelidikan dan menunggu hasil dari Puslabfor Polda Sumsel,” katanya. Dilansir dari Sinar Lampung.co (*)
