Jakarta, etalaseinfo.co.id – Di balik kemeriahan sound horeg dalam sebuah acara, paparan suara dengan intensitas tinggi dalam waktu lama ternyata dapat membawa dampak buruk bagi tubuh, tidak hanya membuat telinga bekerja lebih keras tetapi juga memicu respons stres.
Telinga menjadi bagian yang paling langsung terdampak, di mana seseorang dapat mengalami telinga berdenging atau pendengaran yang terasa teredam setelah berada di lingkungan yang sangat bising.
Melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/9/26), efek kebisingan dapat meluas karena tubuh juga merespons suara sebagai bentuk tekanan dari lingkungan. Ini sejumlah dampak suara terlalu keras pada tubuh menurut ahli, antara lain:
1. Memicu respons stres
Melansir penjelasan di laman UCLA Health, kebisingan tidak hanya diterima oleh telinga, tetapi juga diproses oleh otak sebagai stimulus yang dapat memicu respons stres.
Paparan suara yang terus-menerus dapat mengaktifkan sistem tubuh yang berkaitan dengan respons fight or flight.
Dalam jangka panjang, respons stres yang berulang dapat memengaruhi berbagai proses dalam tubuh, termasuk yang berkaitan dengan peradangan dan kesehatan secara keseluruhan.
2. Berkaitan dengan tekanan darah dan kesehatan jantung
Dampak lainnya suara terlalu keras pada tubuh, berkaitan dengan sistem kardiovaskular. Paparan kebisingan dalam jangka panjang dapat meningkatkan tekanan darah, salah satunya sebagai bagian dari respons stres yang terus dipicu oleh suara.
Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, paparan kebisingan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.
3. Memengaruhi kesehatan mental
Respons stres yang terus berulang juga dapat memengaruhi kondisi mental. Paparan kebisingan dalam jangka panjang ditemukan memiliki hubungan dengan masalah seperti kecemasan dan depresi.
Kebisingan yang terus muncul juga dapat membuat seseorang lebih sulit merasa rileks. Dampaknya tak hanya terasa ketika suara sedang terdengar, tetapi menjadi bagian dari beban stres yang berulang.
4. Mengganggu konsentrasi dan fungsi kognitif
Kebisingan yang terus-menerus juga dapat memengaruhi cara otak bekerja. Paparan suara dalam jangka panjang dikaitkan dengan gangguan pada beberapa fungsi kognitif, termasuk kemampuan berpikir dan memproses informasi.
Efek ini menunjukkan, dampak kebisingan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mendengar. Ketika tubuh terus menerima paparan suara yang mengganggu, otak juga harus terus merespons stimulus tersebut. (TBN)
