Jenazah Kecelakaan Kereta di RS Polri Teridentifikasi Dengan Sidik Jari

Dokumentasi Basarnas

Jakarta. etalaseinfo.co.id – RS Polri menyatakan 10 korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur telah teridentifikasi. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan sidik jari.

“Telah dilaksanakan identifikasi terhadap 10 korban meninggal laka kecelakaan kereta api di Bekasi, Selasa 28 April 2026, jam 08.00 WIB sampai selesai, di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri oleh tim DVI, gabungan Pusdokkes Polri, Ident, FKG UI,” ungkap Karodokpol (Kepala Biro Dokter Kepolisian) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. Nyoman Eddy Purnama Wirawan.

Berikut data korban meninggal dunia yang teridentifikasi:
1. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/001 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan sekunder (medis dan properti), cocok dengan nomor AM 002 sebagai Tutik Anitasari, perempuan, umur 31 tahun, alamat Cikarang Barat Bekasi.

2. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/002 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis) dengan nomor AM 007 sebagai Harum Anjasari, perempuan, umur 27 tahun, alamat Cipayung Jakarta Timur.

3. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/003 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 006 sebagai Nur Alimantun Citra Lestari, perempuan, umur 19 tahun, alamat Pasar Jambi.

4. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/004 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 009 sebagai Farida Utami, 50 tahun, alamat Cibitung Bekasi.

5. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/005 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 003 sebagai Vica Acnia Pratiwi, perempuan, umur 23 tahun, alamat Cikarang Barat.

6. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/006 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 004 sebagai Ida Nuraida, perempuan, umur 48 tahun, alamat Cibitung Bekasi.

7. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/007 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (medis), cocok dengan nomor AM 010 sebagai Gita Septia Wardany, umur 20 tahun, alamat Cibitung, Bekasi.

8. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/008 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (medis), cocok dengan nomor AM 005 sebagai Fatmawati Rahmayani, perempuan, umur 29 tahun, alamat Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

9. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/009 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 001 sebagai Arinjani Novita Sari, perempuan, umur 25 tahun, alamat Tambun Selatan Bekasi.

10. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/010 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhyna, perempuan, umur 32 tahun, alamat Tambun Selatan Bekasi. (*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *