Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id – Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. melaksanakan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (23/7/2026). Selain mempererat silaturahmi dengan para ulama dan pengurus pesantren, Kapolda juga menyerahkan bantuan pangan serta memberikan pembinaan kepada para santri mengenai pentingnya menjaga akhlak, bijak menggunakan media digital, dan memperkuat pemahaman keagamaan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Pejabat Utama Polda Lampung dan disambut pengasuh Ponpes Darul Ma’arif Habib Ahmad Gozali, bersama para tokoh agama, Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, S.H., S.I.K., M.H., Kapolsek Natar AKP Setio Budi Howo, S.H., serta puluhan santri. Pada kesempatan itu, Kapolda menyerahkan bantuan berupa 1 ton beras SPHP, 10 dus minyak goreng, dan 4 dus gula pasir untuk mendukung kebutuhan pondok pesantren.
Kapolda menyampaikan bahwa pondok pesantren memiliki posisi strategis sebagai tempat membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga kemurnian nilai-nilai Islam. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, para santri dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh paham maupun ajaran yang menyimpang dari nilai-nilai agama.
“Pondok pesantren adalah kawah candradimuka untuk melahirkan generasi yang menjaga kemurnian ajaran Islam. Karena itu, gunakan telepon genggam secara bijak. Kalian harus cerdas memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh doktrin atau ajaran yang keliru,” ujar Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan telepon genggam kini telah menjadi bagian dari proses belajar mengajar. Namun, kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan kemampuan memahami dan memverifikasi setiap materi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan ajaran agama.
“Hati-hati membaca dan menerjemahkan informasi agama di media sosial. Kalau ada yang belum jelas, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Tanyakan kepada guru di pondok agar pemahaman yang diterima tetap sesuai dengan ajaran yang benar,” tegasnya.
Kapolda juga menaruh perhatian terhadap pembentukan karakter santri selama menempuh pendidikan di pesantren. Ia mengingatkan agar lingkungan pondok menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan antarsantri.
“Kalian datang ke pondok ini untuk menuntut ilmu, bukan menjadi korban bullying atau penganiayaan. Jangan pernah ada perundungan. Saling menjaga, saling mengingatkan, jangan saling menutupi jika ada persoalan. Saya ingin seluruh santri lulus dengan ilmu yang banyak, akhlak yang baik, dan menjadi kebanggaan orang tua serta masyarakat,” kata Kapolda.
Sementara itu, pengasuh Ponpes Darul Ma’arif Habib Ahmad Gozali menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Lampung beserta jajaran. Menurutnya, perhatian Polri kepada kalangan pesantren menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, menjaga persatuan, dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa.(*)
