Langkah Antisipasi Cegah Krisis Pangan Sudah Disiapkan

Bandarlampung – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi mencegah krisis pangan akibat perubahan cuaca.

“Dampak akibat perubahan cuaca dan iklim ini sangatlah luas, secara kebencanaan dapat mengakibatkan kebakaran hutan, banjir, dan longsor,” ujar Chusnunia Chalim di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan selain potensi kebencanaan ada juga potensi terhadap produktivitas lahan pertanian yang mengakibatkan krisis pangan.

“Oleh karena itu perlu dijaga produksi pertanian di sini, dan untuk mengantisipasi sudah dilakukan beberapa langkah seperti memetakan secara baik masa tanam, dan panen,” katanya.

Selanjutnya menghitung dengan cermat kebutuhan benih, pupuk, dan air guna menunjang produktivitas pertanian.

“Perubahan cuaca ini memang bisa berimbas ke produksi pertanian, sebab kita bergantung pada cuaca dan sistem irigasi kita masih sedikit dibandingkan dengan non-irigasi. Dan ini sudah dihitung agar bisa dilakukan langkah antisipasi melalui kebijakan khusus,” ucapnya.

Ia melanjutkan oleh karena itu pemerintah daerah juga sudah menyiapkan anggaran untuk mengatasi berbagai dampak akibat perubahan cuaca.

“Antisipasi anggaran sudah juga di dinas jadi pemerintah daerah berusaha mengurangi dampak yang signifikan dari adanya fenomena perubahan cuaca ini khususnya untuk ketahanan pangan,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada tahun 2022 diperkirakan luas panen padi Lampung sebesar 516,91 ribu hektare, atau mengalami peningkatan sebanyak 27,34 ribu hektare.

Peningkatan luas panen itu bila dinyatakan dalam bentuk persen mengalami kenaikan 5,8 persen dari luas panen padi tahun 2021 yang hanya sebesar 489,57 ribu hektare.

Sedangkan untuk produksi padi pada 2022 diperkirakan sebesar 2,66 juta ton gabah kering giling (GKG), jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 175,91 ribu ton gabah kering giling atau sebesar 7,08 persen dibanding produksi padi di 2021 dengan jumlah 2,9 juta ton gabah kering giling.

Dan produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2022 diperkirakan berjumlah 1,53 juta ton. Mengalami peningkatan 7,08 persen atau bila dikonversi sebanyak 101,12 ribu ton, bila dibandingkan produksi beras di 2021 yaitu sebesar 1,43 juta ton. (Ant)

Bagikan