Kalianda, etalaseinfo.co.id – Nampaknya petani di Kecamatan Kalianda Lampung Selatan belum sepenuhnya menikmati harga gabah yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar Rp. 6.500/Kg karena panen kali ini pas sebelum memasuki Bulan suci Ramadhan 2026 harga gabah basah mereka dibeli penbeli sebesar 6.200 sampai 6.300/Kg nya.
Dimin (60) Salah satu penggarap sawah di Kalianda ini mengatakan kalau harga gabah basahnya dibeli oleh pembeli 6.200/Kg sedangkan dia taunya harga dari pemerintah 6.500/Kg , ada selisih 300 dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Padahal kemarennya yang mau beli ini datang kesaya kasih harga 6.300, nah pas hari ini panen dikasih harga 6.200 pak, saya bingung kok harga berubah ubah. ” ucapnya dengan muka kecewa. kepada media ini Senin (16/02/2026)
bagi kami selisih harga sangat berarti pak imbuhnya apalagi saya ini garap sawah orang , kita mau cari pembeli yang lain sudah gak ada waktu lagi karena gabah telah kita panen dan sudah didalam karung.
“Semoga aja pak mentan tau soal harga ini biar pembeli disini tidak semaunya menetapkan harga dan kami juga gak tau apa kriteria dari harga harga itu, kalau gabah basah berapa atau kering kami taunya harga patokan dari pemerintah 6.500”. tegasnya.
Seorang pembeli yang tidak mau disebutkan namanya ini mengakui membeli gabah basah dengan harga 6.200 / Kg , karena ada proses sebelum dijual kembali dia akan menjemur gabah itu setelah kering baru dijual.
” 300 itu untuk biaya jemur pak , belum lagi ada penyusutan dari gabah basah 100Kg setelah dijemur jadi gabah kering jadi 80Kg, kalau yang dikatakan pak prabowo 6.500 itu harga gabah kering giling pak, ” Pungkasnya. (Sabda)
