Pringsewu, etalaseinfo.co.id – Masa tenang Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak bukan sekadar jeda sebelum hari pencoblosan. Pada fase ini, upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif menjadi krusial untuk mencegah gesekan antarpendukung hingga potensi provokasi yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi tingkat pekon.
Menyikapi hal tersebut, jajaran Polres Pringsewu melalui Polsek Pardasuka mengintensifkan kegiatan cooling system dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Petugas menyambangi sejumlah pekon yang menggelar Pilkakon untuk mengimbau para calon kepala pekon, tim pemenangan, dan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan serta tidak mudah terprovokasi.
Kegiatan tersebut dilakukan Panit Binmas Polsek Pardasuka, Aiptu Anung Trihandoko, bersama sejumlah personel Bhabinkamtibmas. Mereka berkeliling ke pekon-pekon untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat menjaga suasana tetap sejuk selama masa tenang.
Masa tenang Pilkakon dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Oktober 2026. Selanjutnya, pemungutan suara dan penghitungan suara dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.
Kapolsek Pardasuka, Iptu Bastari Supriyanto, mengatakan bahwa masa tenang menjadi tahapan penting yang membutuhkan kesadaran dan kedewasaan seluruh pihak. Ia meminta para calon, tim pemenangan, dan masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik menjelang hari pemungutan suara.
“Pada masa tenang ini, kami mengajak seluruh calon kepala pekon, tim pemenangan, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Jangan sampai perbedaan pilihan justru menimbulkan perselisihan atau merusak kerukunan yang selama ini sudah terjalin,” ujar Bastari.
Menurutnya, kegiatan cooling system dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus membangun komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat.

Petugas juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama jika berpotensi memancing emosi dan memperkeruh suasana. Apabila menemukan indikasi gangguan keamanan, masyarakat diimbau segera berkoordinasi dengan aparat setempat.
“Jangan mudah terprovokasi oleh isu atau informasi yang belum tentu benar. Kami berharap semua pihak bisa menahan diri, menghormati proses demokrasi, serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah apabila terjadi persoalan di lapangan,” tegasnya.
Bastari menambahkan, Pilkakon merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi keamanan, ketertiban, dan persaudaraan. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menerima setiap tahapan dengan sikap dewasa tanpa melakukan intimidasi, tindakan anarkis, maupun perbuatan yang melanggar hukum.
Di Kecamatan Pardasuka, kegiatan imbauan kamtibmas menyasar pekon-pekon yang menyelenggarakan Pilkakon. Kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk memantau perkembangan situasi sekaligus menyerap informasi mengenai potensi kerawanan di lingkungan setempat.
Polsek Pardasuka mengajak masyarakat untuk menjaga suasana tetap damai hingga pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada 27 Oktober mendatang. Perbedaan dukungan terhadap calon kepala pekon diharapkan tidak memutus hubungan kekeluargaan maupun memicu perselisihan antarwarga.
“Kami berharap pelaksanaan Pilkakon di wilayah Pardasuka dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Siapa pun yang nantinya terpilih merupakan bagian dari masyarakat kita bersama. Karena itu, mari kita jaga persatuan dan jangan menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk bermusuhan,” pungkas Bastari.
Melalui intensifikasi cooling system selama masa tenang, Polsek Pardasuka berharap seluruh tahapan Pilkakon serentak 2026 dapat berlangsung kondusif, sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman dan tanpa tekanan.(*)
