PalmCo – BRIN Kembangkan Limbah Sawit Jadi Biomethane Gas

Jakarta (19-05-2026), etalaseinfo.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bersama PTPN IV PalmCo tengah mengkaji pengembangan bio compressed biomethane gas (CBG) berbasis limbah sawit di Provinsi Riau. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.

Kajian dilakukan melalui evaluasi dan audit energi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) serta Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Sei Pagar, Riau. Penelitian melibatkan tim BRIN yang dipimpin Kepala Pusat Riset Teknologi Proses, Hens Putra, bersama peneliti energi BRIN, Samuel Pati Senda.

Ugun Untaryo, Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menghitung sekaligus mengoptimalkan potensi energi dari limbah kelapa sawit. Sumber energi yang dikaji berasal dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME), serta biomassa padat dan tandan kosong sawit.

Pengembangan biogas dan CBG menjadi  salah  satu  fokus  utama  PalmCo  dalam  mendukung  energi baru terbarukan Kami  siap  mendukung  seluruh  proses  evaluasi  agar potensi energi darilimbah sawit dapat dimaksimalkan dan dikembangkan secara berkelanjutan, kata Ugun melalui rilis, Senin (18/05/2026).

Ia menjelaskan, optimalisasi limbah sawit menjadi energi tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperkuat implementasi ekonomi sirkular dan efisiensi operasional perusahaan.

Menurut Ugun, PTPN IV PalmCo saat ini tengah mempercepat pengembangan CBG di berbagai unit operasional perusahaan. Salah satu proyek awal yang telah memasuki tahap pembangunan berada di PKS Tinjowan, Sumatera Utara.

Selain itu, PalmCo bersama mitra strategis juga menargetkan pembangunan 17 instalasi CBG secara bertahap hingga 2029 mendatang di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

Pengembangan CBG merupakan bagian dari transformasi PalmCo menuju perusahaan agribisnis modern berbasis energi hijau. Limbah sawit yang sebelumnya dipandang sebagai residu kini kami dorong menjadi sumber energi bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk industri maupun transportasi, ujarnya.

Dalam tahap pertama pada 2026,  PalmCo  menargetkan  groundbreaking  10  proyek  CBG,  dilanjutkan pengembangan tahap berikutnya pada 2027 dan 2029. Secara  keseluruhan, proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan biomethane berkadar tinggi yang dapat menjadi substitusi gas alam atau compressed natural gas (CNG).

Potensi Besar
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Hens Putra menilai sektor perkebunan sawit memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan limbah menjadi energi bersih.

Energi menjadi salah satu prioritas utama nasional. Melalui kajian ini, kami ingin menghitung sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah sawit agar dapat menghasilkan energi yang lebih optimal dan berkelanjutan, ujarnya.
Ia mengatakan, pengembangan CBG berbasis sawit juga sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena mampu menekan emisi metana sekaligus menghasilkan produk turunan lain yang bernilai tambah.
Menurut Hens, hasil kajian tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi berbasis sawit yang dapat direplikasi secara nasional.
Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong PTPN menjadi percontohan pengembangan kawasan berbasis inovasi dan techno park sawit di Indonesia, katanya.

Sepanjang 2025, PTBg cofiring Sei Pagar tercatat menghasilkan 440.476 Nm3 biogas dengan rata-rata produksi mencapai 36.706 Nm3 per bulan. Sementara sepanjang 2026, produksi methane yang dimanfaatkan mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 46.683 Nm3 per bulan. (datuk)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *