Gambar Ilustrasi : Kambing dan Sapi
Kalianda, etalaseinfo.co.id – Hasil penelusuran tim nedia ini ke beberapa lokasi penerima hibah bantuan hewan ternak yang ada di Lampung Selatan, pada tahun anggaran 2025 yang lalu ini didapati tidak sesuai dan diduga kuat dikorupsi oleh pihak terkait.
Pengadaan hewan ternak ini tahun 2025 di Disnakkes Lamsel bernilai milyaran yakni pengadaan sapi Rp. 744.000.000., Kambing Rp. 243.485.000 serta ayam petelur Rp. 163.350.000.
Untuk kambing satu ekor betina 2.100.000 dan jantan 2.500.000 jenis rambon lokal sedangkan sapi per ekor 12.000.000 sapi betina bakalan
Nov (40) salah satu belantik yang sudah cukup lama menekuni jual beli kambing ini mengatakan kalau harga itu sangat tinggi dan tidak sesuai, dirinya beranggapan harga itu ada permainan karena menurutnya untuk betina umur 8 bulan harga 2.100.000 itu sangat pantastis apalagi jantan 2.500.000.
” Tinggi sekali pak kalau segitu bisa kayaraya orang yang jual, enak juga ikut pengadaan didinas ini ya, kalau dipasaran belantik umur segitu saya biasa jual betina Rp.800.000 sedangkan jantan Rp.1.000.000. itupun ongkir saya tanggung, ” ujarnya
Menanggapi itu PPK Dinas peternakan dan kesehatan hewan Zulfadli tahun 2025 yang lalu mengatakan harga itu sudah sesuai dan sudah tiga tahun harganya tidak berubah, dalam upaya menjaga harga tetap stabil dan mendapatkan hewan yang sesuai spek harga itu juga sudah berikut pajak dan lain lain.
” Harga itu sudah berikut keuntungan pihak ketiga aekitar 15-20%, ongkos angkut, tes kesehatan serta garansi kematian selama seminggu dan tentunya harga itu tidak bisa disamakan dengan harga belantik yang mandiri bukan pengadaan ” ungkapnya ke media ini Rabu (21/01/2026).
sayangnya ketika ditanya berapa nilai untuk garansi kematian seminggu perekor hewan, PPK yang sekarang sudah pindah ke dinas pertanian ini enggan merinci
“Gak bisa dirupiahkanlah bang karenakan senua itu sudah include didalam harga itu, ” pungkasnya. (Da-J)
