Polisi Amankan 18 CCTV Usut Ledakan Pasar Cimanggis, 2 Orang Tewas

Tangerang Selatan, etalaseinfo.co.id – Puslabfor Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan 18 kamera pengawas atau CCTV dari lokasi ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Rekaman tersebut akan diperiksa untuk membantu mengungkap penyebab ledakan yang terjadi pada Rabu (14/10/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan mengatakan, penyitaan CCTV dilakukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Kamis (15/10/2026).

“Kurang lebih ada 18 unit CCTV kita amankan dalam proses penyelidikan,” kata Imron di Tangerang Selatan, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, kamera pengawas tersebut berasal dari sejumlah lokasi dan sudut berbeda, termasuk dari dalam bangunan yang terdampak ledakan. Petugas juga mengamankan perangkat perekam untuk memeriksa rekaman yang tersimpan.

“Pengamanan CCTV dilakukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) kedua pada Kamis ,” ujarnya.

“Kami juga menyita perangkat perekam atau decoder untuk memeriksa rekaman yang tersimpan,” ungkap Imron.

Ia menjelaskan, rekaman CCTV akan ditelusuri untuk mengetahui situasi di sekitar lokasi sebelum ledakan terjadi. Pemeriksaan ini juga diperlukan untuk mendalami apakah peristiwa tersebut terjadi akibat faktor tidak disengaja atau terdapat unsur kesengajaan.

“Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja,” ujarnya.

Imron menegaskan, penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring mengatakan, tim forensik menemukan sejumlah komponen di lokasi, di antaranya tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, serta sebuah dinamo.

“Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen,” ujarnya.

Tim forensik juga akan memeriksa instalasi listrik dan kondisi dinamo untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan yang dapat memicu percikan api.

“Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan yang ruangan refine itu, refine untuk mematangkan buah pisang,” kata Jakaria.

Hingga Kamis (15/10/2026), polisi mencatat 13 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dua orang meninggal dunia, sedangkan 11 lainnya masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.

Polisi bersama tim forensik terus mengumpulkan bukti dan memeriksa berbagai temuan di lokasi guna mengungkap penyebab ledakan secara menyeluruh.(TBN)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *