Jakarta, etalaseinfo.co.id – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat langkah kesiapsiagaan dan pencegahan terhadap peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah operasionalnya di Sumatera dan Kalimantan. Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan sistem deteksi dini, patroli area, penyediaan sumber air, hingga kesiapan personel dan alat pemadaman sebagai bagian dari penerapan kebijakan Zero Burning dan kelestarian lingkungan.
Instrumen utama yang diandalkan perusahaan dalam memantau sebaran titik panas atau hotspot di sekitar kebun adalah Dashboard Monitoring Karhutla PTPN IV. Data pemantauan berbasis teknologi ini menjadi rujukan bagi tim unit kebun dan Regional dalam melakukan verifikasi lapangan serta penanganan skala prioritas. Perusahaan juga rutin menggelar Apel Siaga Karhutla guna mengecek kesiapan prasarana, sarana, jalur komunikasi, dan personel.
Guna mendeteksi potensi api sedini mungkin, intensitas patroli dan pemantauan ditingkatkan di wilayah Kalimantan, khususnya pada area berisiko tinggi saat musim kemarau. Di sisi lain, wilayah Sumatera memperkuat mitigasi dengan membangun infrastruktur penunjang seperti fasilitas pencegahan dan titik sumber air untuk pemadaman awal di lokasi rawan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa pengendalian Karhutla dipersiapkan secara berkelanjutan sebagai bentuk manajemen risiko. Melaui rilis Humas PTPN IV PalmCo, ia menegaskan, mitigasi Karhutla harus dijalankan sebelum api muncul lewat penyediaan sistem monitoring, keandalan personel, patroli, dan sarana pendukung dari awal agar indikasi hotspot bisa segera ditindaklanjuti.
Jatmiko menambahkan, kebijakan Zero Burning merupakan wujud komitmen PalmCo dalam menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan. Menurutnya, pencegahan kebakaran bukan sekadar melindungi aset perusahaan, melainkan terutama untuk melindungi ekosistem, lingkungan, dan warga sekitar perkebunan.
Kapasitas Personel
Upaya penguatan sistem pencegahan Karhutla turut dibarengi dengan peningkatan kapasitas para petugas di lapangan. Melalui Regional V di Kalimantan Barat, PTPN IV menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla) guna membekali personel dengan teknik penanganan kebakaran, prosedur keselamatan, koordinasi, dan pengoperasian alat pemadam.
Pengecekan rutin juga dilakukan pada kelayakan pompa, selang, perlengkapan pelindung diri, kendaraan, alat komunikasi, dan ketersediaan air darurat. Pelatihan tersebut mencakup prosedur keselamatan, teknik penanganan kebakaran, koordinasi di lapangan, serta penggunaan peralatan pemadaman.
Selain kesiapan internal, PTPN IV melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat di wilayah operasional. Di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, perusahaan juga menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan keselamatan bagi petugas lapangan.
Sementara itu, di Jambi, upaya pencegahan melibatkan masyarakat melalui program pemberdayaan di desa sekitar perkebunan, termasuk penguatan kesiapsiagaan dan penyediaan infrastruktur sumber air untuk mendukung pencegahan kebakaran, terutama di kawasan gambut.
Jatmiko mengatakan, pencegahan karhutla membutuhkan koordinasi lintas pihak karena kebakaran dapat berdampak di luar wilayah operasional perusahaan. “Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas konsesi. Karena itu, pencegahannya tidak mungkin dilakukan sendiri. Kuncinya adalah deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Jatmiko. (datuk)
