Tulang Bawang, etalaseinfo.co.id – Publik di sajikan suatu pemandangan yang luar biasa yang perlihatkan suatu kegiatan sekelompok orang yang diduga dilakukan oleh pengelola Stasiun Pelabuhan Bahan bakar Umum Badan Usaha Milik Daerah (SPBU BUMD).
Kegiatan ilegal yang di lakukan secara terang-terangan pada siang hari bisa menyakinkan publik bahwa seakan akan ”hukum itu tumpul ke atas dan tajam ke bawah”.
Kegiatan seperti itu diduga sudah sering di lakukan dan tiada hentinya, lebih parah lagi SPBU ini berkali-kali di demo oleh warga dan terkesan kebal hukum dan tanpa ada sanksi tegas dari pihak pertamina provinsi Lampung serta migas dan Aparat Penegak Hukum (APH).SPBU yang beralamat di Jln. Lintas Timur Kel. Menggala Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
SPBU ini adalah milik pemerintah daerah Kabupaten Tulang Bawang yang disinyalir sering terjadi keributan, bahkan terjadi perkelahian sesama pelansir BBM bersubsidi.
Lemahnya pengawasan dan ketegasan oleh pihak pengelola SPBU menbuat publik curiga ada dugaan permainan kotor sedang di jalankan secara Terstruktur, sistematis dan Masif (TSM) dalam melakukan kecurangan dan cara penjualan solar subsidi.
Dugaan publik semangkin kuat dengan kehadiran kendaraan truk dan minibus yang sudah di modifikasi.
(pelansir yang menggunakan tangki modifikasi serta tekmon dalam bak mobil truk serta minibus).
” AWAK MEDIA DI KRIMINALISASI dan JIWA TERANCAM.”
Minggu 24/05/2026 Pukul 11 : 29 WIB Awak media dan LSM sedang melakukan dokumentasi di lokasi tersebut, terlihat jelas di didepan mata dalam antrian kendaraan yang panjang, awak media turun ke lokasi untuk melihat secara langsung kendaraan yang diduga dan di curigai kendaraan pelaku pelansir BBM jenis solar subsidi. Ketika tahap peliputan dan pengumpulan bahan pemberitaan dengan cara konfirmasi langsung kepihak SPBU, oleh salah satu oknum SPBU yang mengaku sebagai petugas administrasi dan bukan pengawas.
Tetapi sungguh disayangkan oknum petugas SPBU tersebut tidak berkenan di konfirmasi dan dimintai informasinya.
Lebih lanjut, ketika awak media akan mengambil dokumentasi kegiatan yang sedang berlangsung oleh pengawas SPBU 24-345-107 menjerit bernada intimidasi kepada awak media serta melarang kegiatan jurnalistik yang sedang berlangsung.
Dan oknum pengawas SPBU tersebut juga tidak memberikan ijin penjelasan diruang kantor SPBU. Dengan nada tinggi oknum itu berucap masalah ini bukan di ruang SPBU silahkan di luar sana.
Dokumen yang didapat awak media di minta untuk di hapus, jika tidak awak media tidak di ijinkan keluar dari lokasi SPBU tersebut, dengan nada keras ”JANGAN KELUAR DARI SINI KALAU VIDEO TIDAK DI HAPUS”. Ucap salah satu yang diduga seorang pelansir BBM jenis solar subsidi.
Dengan adanya bukti investigasi dan video dilokasi SPBU yang ada dipegang awak media, beberapa lembaga dan aktivis siap mengawal dan mendampingi permasalahan ini hingga di ranah hukum. (Ki)
