Sukati Warga Kalisari Natar Diduga Menjatuhkan Diri Kelaut Di Perairan Pulau Rimau

Warga berkumpul di Rumah Kediaman RT.Bakrie

Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id  –  Pada hari Rabu Tanggal 25 Juni 2025, saat  KMP. WIRA ARTHA yang sedang berlayar dari pelabuhan merak menuju perairan Bakauheni sekira jam 02.50 Wib pada koordinat 05.50.877S – 105.48.887E  di alur kapal perairan pulau Rimau Kabupaten Lampung Selatan, menerima laporan jika ada penumpang kapal yang jatuh kelaut.

Penumpang yang jatuh kelaut tersebut adalah saudari Sukati usia 43 Tahun, Warga dusun kaliasin III desa Kalisari Kecamatan Natar Lampung Selatan, dengan ciri-ciri rambut pendek sebahu, berbaju bunga biru bercelana panjang hijau, dijari manis sebelah kanan ada cincin, tanpa menggunakan alas kaki.

Menurut penuturan keluarga, Korban punya riwayat penyakit epilepsi, saat kejadian korban sedang dalam diperjalanan pulang dari kondangan di Tangerang.

Dari penjelasan Saudari Tri Anggraini dan Sri Asih, yang masih berhubungan sebagai keluarga korban, mereka melihat jika Sukati yang masih keluarganya tersebut diduga menjatuhkan diri ke laut.

Melihat kejadian itu, Tri Anggraini berteriak minta tolong dan melaporkan kejadian tersebut  kepada ABK KMP. WIRA ARTHA.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, Nakhoda kapal KMP. WIRA ARTHA Yosef Bukit melakukan pencairan dengan olah gerak lingkar putar mengarah ke arah arus dan memberitahukan kepada kapal-kapal yang berada disekitar areal jatuh dan yang keluar alur Bakauheni.

Nakhoda juga melaporkan kepada LPS Bakauheni dan pihak darat untuk dilanjutkan ke pihak terkait tentang kejadian tersebut.

Dalam upaya pencarian tersebut, ABK kapal KMP. WIRA ARTHA dibantu KMP sagita untuk melakukan pencarian dan pengamatan dengan menggunakan lampu sorot.

Setelah melakukan pencarian korban dengan lampu sorot, dan menempatkan sejumlah ABK di haluan dan buritan kapal, Tidak di temukan ada orang jatuh kelaut sesuai dengan ciri di maksud.

Pukul 03.40 Wib  Kapal berputar dan membunyikan suling panjang sebanyak 3 kali, sebagai penghormatan pada korban.

LPS bakauheni memerintahkan  untuk menyandarkan kapal di dermaga 3 pelabuhan Bakauheni.

Saat ini kediaman keluarga korban kosong karena pihak keluarga sedang berada di Bakauheni, sementara warga tetangga korban berkumpul menunggu informasi dan siap bergerak, terang Bakrie ketua Rt setempat. (Jun)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *