Jakarta, etalaseinfo.co.id – Tahun 2025 menjadi ajang bagi developer baik yang sudah ternama hingga independen (indie) untuk mengumumkan atau merilis game-game terbaru mereka, khususnya di platform Steam.
Namun, baru-baru ini muncul sebuah survei bahwa beberapa persen dari game tersebut menggunakan AI saat masa pengembangan. Benarkah itu?
Ichiro Lambe selaku CEO Totally Human Media membagikan laporan mengenai bagaimana Generative AI digunakan dalam game-game baru serta berapa banyak game di platform Steam yang benar-benar mengungkap penggunaannya.
Dengan menggunakan Steam API, Lambe menemukan ada 20 persen game Steam yang dirilis tahun 2025 telah memberitahu penggunaan AI baik dalam bentuk, cara, atau wujud. Lalu, ia juga temukan 60 persen dari penggunaan itu berasal dari pembuatan aset visual seperti background, model, dan lainnya.
Tak hanya visual, Lambe juga temukan developer menggunakan AI dalam pembuatan audio, materi pemasaran, promosi, pembuatan teks dan narasi, hingga ke kode dan logika game. Selain itu, ditemukan juga kalau AI digunakan untuk gameplay game secara umum.
Dalam penggunaan AI secara keseluruhan, hanya 7 persen (sekitar 7.818 dari 114.126 game di Steam Library) yang menggunakannya. Meski tampak rendah, angka tersebut naik drastis dari 1.000 game di platform yang ditemukan Lambe beberapa tahun lalu.
Berdasarkan data, Lambe menemukan beberapa daftar game yang gunakan AI dalam gameplay-nya. Di antaranya adalah:
- Nyric dan Bitmagic: Memungkinkan pemain membuat dunia 3D menjadi ada.
- InZOI: Pemain dapat menghasilkan tekstur untuk item berdasarkan input teks dan membuat objek 3D dari input gambar.
- AIdventure, CLUAIDO, Survival Of Runt, Verbal Verdict: Sebagai dukungan perilaku NPC, respon terhadap input teks, dan sejenisnya.
- Street Flicker: AI sebagai media pemain untuk mengembangkan fighter mereka sendiri.
- Comedy Night: Mendeteksi materi sensitif sebagai background panggung dan penutup wajah, serta menandai nama dan penjelasan yang menyerang kalangan tertentu.
(GB)
