Tingkatkan Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat, Polresta Balam Revitalisasi Patroli Lewat Sistem Barcode “Janji Jaga”

Bandar Lampung, etalaseinfo.co.id – Polresta Bandar Lampung kembali menghadirkan terobosan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan meluncurkan sistem patroli berteknologi barcode bernama “Janji Jaga”. Inovasi ini dirancang untuk menekan kasus kejahatan melalui pola patroli yang lebih terukur, tepat sasaran, dan akuntabel.

Sebagai implementasi, Polresta Bandar Lampung juga memasang sejumlah kotak patroli yang dilengkapi barcode di titik-titik rawan kriminalitas. Setiap kotak berfungsi sebagai lokasi wajib kunjung bagi petugas. Setibanya di titik tersebut, anggota melakukan pemindaian barcode, mengisi identitas, serta melaporkan kondisi dan situasi yang mereka temukan di lapangan.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengatakan bahwa inovasi ini sebenarnya merupakan bentuk revitalisasi dari sistem yang sudah lama ada di dunia kepolisian.

“Kotak patroli ini sudah ada sejak saya pertama kali menjadi polisi. Banyak yang bilang ini konsep jadul, tapi sebenarnya bukan soal kotaknya. Yang penting adalah filosofi tanggung jawab anggota untuk datang, hadir, dan membuka komunikasi dengan masyarakat,” Kombes Pol Alfret.

Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay menegaskan bahwa kehadiran kotak patroli bukan sekadar simbol, tetapi sarana penghubung antara polisi dan warga. Dengan adanya kotak tersebut, masyarakat dapat memasukkan saran, keluhan, atau informasi keamanan secara langsung.

Tribratanews Resta Bandar Lampung - Gambar konten #17

Dalam sistem baru ini, Kapolresta menekankan bahwa petugas tidak hanya datang untuk memindai barcode lalu pergi. Setiap anggota diwajibkan melakukan patroli jalan kaki di sekeliling lokasi untuk memastikan laporan situasi benar-benar berdasarkan pengamatan langsung.

“Ketika anggota sampai di kotak patroli, mereka tidak cukup hanya barcode, lalu mengisi laporan. Mereka harus jalan kaki mengelilingi area tersebut. Bagaimana mau mengisi kondisi situasi kalau tidak dipatroli? Jadi pemindaian barcode hanyalah awal, bukan akhir,” tegasnya.

Setiap laporan yang masuk akan diperhatikan oleh para Kanit Patroli untuk memastikan tindak lanjutnya berjalan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas patroli sekaligus menghindari pelanggaran atau tindakan yang tidak sesuai prosedur.

Selain memperkuat pengawasan keberadaan petugas, kotak patroli juga menjadi ruang komunikasi masyarakat. Warga bebas memasukkan aduan atau saran kapan saja.

Menurut Kapolresta, inovasi ini merupakan langkah konkret untuk membuat patroli tidak lagi eksklusif, tetapi inklusif, melibatkan masyarakat sebagai mitra.

Dalam penjelasannya, Kapolresta memperkenalkan filosofi BYM (Because You Matter). Ia menekankan bahwa program ini dibuat karena masyarakat penting, anggota polisi penting, dan keselamatan kota adalah tanggung jawab bersama.

“Karena masyarakat itu berarti dan anggota yang bertugas itu berarti, maka perlu ada sistem patroli ini. Jangan berhenti di filosofi saja. Kalau ada aduan, harus datang. Harus menanggapi. Semua ini dilakukan karena untuk masyarakatlah kita ada,” tegasnya.

Dengan penerapan teknologi dan penguatan fungsi patroli berbasis kedekatan sosial, Polresta Bandar Lampung optimistis program ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung stabilitas kota.

Polresta berharap inovasi ini menjadi simbol perubahan bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Bandar Lampung.(*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *