Kalianda, etalaseinfo.co.id – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemda Lamsel yang minta dirahasiakan namanya menanyakan dasar hukum dan realisasinya tentang potongan tunjangan kinerja ( Tukin ) sebesar 25.000 perbulan oleh Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Lampung Selatan melalui Bank Lampung Cabang Kalianda.
” Ini sangat penting bagi kami sebab dasar hukumnya apa terus realisasi uang tersebut dipakai untuk apa, kalau selama ini yang kami ketahui dulu buat bedah rumah gak tau kalau sekarang, ” ujarnya kepada media ini minggu (20/09).
Dirinya juga mengatakan bahwa sebelumnya juga tidak ada sosialisasi dari Baznas tentang itu yang pernah diikutinya, tapi belum lama ini pernah menandatangani surat yang diajukan oleh bendaharanya
” Saya juga gaktau surat apa yang saya tandatangani itu tidak sempat baca tapi kata bendahara dari Baznas , ” ungkapnya
Untuk itu kami berharap agar pihak Baznas Lamsel bisa transparan serta setiap akhir tahun bisa mempublikasikan capaian apa apa yang telah dicapai dengan dana itu.
” Biar jelas manfaat kegunaannya dana itu , ya bukan juga suudzon selama itu jelas peruntukannya saya gak masalah, ” pungkasnya.
Ini Penjelasan Ketua Baznas Lampung Selatan *
Ketua Baznas Lampung Selatan H. Nur Makhfudz ketika dikonfirmasi hal itu melalui ponselnya Rabu (23/09) mengatakan dasar pemotongan itu adalah surat edaran Sekda Lampung Selatan yang telah lama berjalan sudah sejak sebelum dirinya menjabat sebagai ketua Baznas.
” Itukan rujukannya surat edaran sekda baik yang dulu atau yang sekarang untuk meneruskan, sifatnya juga sukarela dan ada tanda tangan diorang itu, pergerakannya sampai hari ini masih sangat minim sekali suportnya dari ASN, masih minim sekali” terangnya
Realisasinya juga sudah jelas imbuhnya, untuk kemaslahatan umat,untuk bantu orang, waktu erupsi kita bagi bagi masker untuk sembako kaum dhuafa semestinya Lampung selatan cukup tapi itu jauh dari target perbulan itu ditempat lain sampai ratusan juta tapi dilampung selatan tiga puluh juta tidak sampai.
” Jauh dari target belum semua ASN juga yang memberi, dibawah lebih banyak ASN yang ngasih 10.000 yang 25.000 paling satu dua orang, sampai sekarang yang aktif memberi itu gak sampai 2000 ASN dari 7000 an ASN, Itupun nilainya gak sampai 30 juta hanya 25 sampai 27 jutaan, ” ungkapnya.

Dikataknya juga dirinya mengikuti kegiatan bupati itu setiap bulan itu, yang santunan, yang sunatan masal gratis ada UMKM terus setiap bulan kita bantu BPJS kesehatan warga desil 1 yang tidak mampu bayar itu setiap bulan kita alokasikan kurang lebih 100 orang.
“Abis, belum ada apa apalah aslinya dengan kondisi seperti itu logikanya kayak kayak gak ada yang dibagikan karena sangkin minimnya. semuanyakan tergantung pimpinan, kalau pimpinan gedor ayo zakat, ayo infaq , ini gak ada yang zakat dan infaq, ” Ucapnya
Ketika disinggung soal sumber lain selain ASN dirinya mengatakan untuk sementara masih fokus di ASN baru setelah itu ke perusahaan perusahaan dan yang lainya
” Sementara belum ada kita masih fokus ke ASN dulu baru nanti kita ke samping samping perusahaan perusahaan dan yang lain, untuk itu kami minta kesadaran agar membayar zakat , ” Pungkasnya.
