Usaha Susu Kambing Etawa di Lambar Tembus Luar Daerah, Bupati Parosil: Harganya Merakyat, Khasiatnya Dahsyat

Lampung Barat, etalaseinfo.co.id — Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengunjungi peternakan kambing perah jenis Etawa Kaligesing milik Pak Hendri Gatot Sukoco di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (22/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Parosil menyerahkan langsung sertifikat halal untuk produk susu kambing yang dikelola Hendri sekaligus melihat kandang kambing etawa Kaligesing dan berbincang mengenai pengolahan susu yang ditekuninya.

“Ini produk susunya Pak Hendri ini sudah dinyatakan halal, sertifikasinya jelas. Hallalan thoyyiban, harganya merakyat, khasiatnya dahsyat,” ucap Parosil saat meninjau kandang.

Hendri diketahui mulai beternak kambing sejak 2024 dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya yang awalnya hanya untuk penggemukan.

Kini, di tahun 2026, jumlah kambingnya telah berkembang menjadi 27 ekor. Dari jumlah itu, 12 ekor betina sudah produktif menghasilkan susu yang diolah sendiri secara manual.

“Saat ini sudah menghasilkan 9 liter susu per harinya,” kata Hendri kepada Bupati.

Untuk harga, susu murni dijual Rp 40.000 per liter, sementara susu rebus Rp 60.000 per liter. Sementara dalam kemasan botol 250 ml dibanderol Rp 15.000.

Parosil mengaku optimistis usaha Hendrik bisa menjadi contoh bagi peternak lain di Lampung Barat.

“Ya, jadi hari ini Pak Bupati berkesempatan untuk mengunjungi salah satu peternak kambing yang ada di Kabupaten Lampung Barat. Ternyata Mas Hendri ini sudah berhasil untuk melakukan pengembangan daripada jenis kambing etawa Kaligesing,” ujar Parosil.

“Ini di belakang saya ini, ini pejantannya ini. Dan yang betinanya ada berapa ekor itu, Pak? Ada 12 yang produktif, 12 ekor yang sudah produksi susu. Jadi kalau kita lihat dengan kondisi hari ini kemajuan dari Pak Hendrik ini, saya optimis ke depan, petani-petani ternak kambing yang lain yang ada di Kabupaten Lampung Barat akan semakin giat,” lanjut Parosil sembari berbincang dengan Hendri.

Menurut Parosil, peminat susu kambing yang diolah Hendrik cukup tinggi, bahkan permintaannya datang dari luar Lampung Barat.

“Karena tadi sudah diceritakan dengan Pak Hendri, alhamdulillah loh, produksi susu beliau sekarang ini peminatnya cukup tinggi. Pesanannya bukan hanya Lampung Barat. Karena sekarang ini kan sudah mulai online, ada dari Pringsewu, ada dari Bandar Lampung, termasuk Pesisir Barat. Padahal kebutuhan untuk Lampung Barat aja belum cukup,” kata Parosil.

Parosil menilai, keberhasilan Hendri membuktikan lahan sempit pun bisa produktif jika dikelola serius.

Ia berharap, Hendri bisa menjadi tempat edukasi bagi peternak lain.

“Saya berharap dengan Pak Hendri nanti kalaupun ada kelompok-kelompok tani atau peternak yang berkunjung ke sini, bisalah nanti memberikan transformasi edukasi, pengetahuan bagaimana sih pengembangan kambing. Ini lokasinya sempit loh, pekarangan, ya. Tapi Alhamdulillah bisa menghasilkan dan dimanfaatkan dengan luar biasa,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati mencatat adanya keluhan terkait proses pengolahan yang masih manual dan tradisional.

Sehingga Parosil meminta pihaknya dalam hal ini Dinas Peternakan untuk melakukan pendampingan ke depan.

“Jadi ini PR jugalah, PR buat Pak Yudha Kepala Dinas Peternakan ke depan, apa yang memang bisa harus dibantu dan diberikan perhatian oleh pemerintah. Karena tadi ada keluhan dari Pak Hendri, cara pengolahannya ini masih sangat manual, masih sangat tradisional. Alatnya belum begitu canggih,” pungkas Parosil. (*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *