Lampung Utara, etalaseinfo.co.id — Video perkelahian yang melibatkan sejumlah remaja putri di kawasan pemakaman Tionghoa, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, viral di media sosial.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Menindaklanjuti informasi dan video yang beredar, Polsek Kotabumi Kota Polres Lampung Utara langsung melakukan pengecekan serta penelusuran terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan langkah awal dengan mengecek lokasi kejadian, mencari identitas pihak yang terlibat, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Polsek Kotabumi Kota telah menindaklanjuti informasi mengenai video perkelahian yang beredar di media sosial. Petugas melakukan pengecekan lokasi dan penelusuran terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujar IPTU Herawati.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh kepolisian, peristiwa tersebut bermula dari komunikasi melalui media sosial antara salah satu remaja dengan dua remaja lainnya.
Komunikasi tersebut kemudian berlanjut melalui WhatsApp dan berujung pada ajakan untuk bertemu.
Pertemuan yang awalnya direncanakan di wilayah Kecamatan Abung Selatan kemudian dipindahkan ke kawasan pemakaman Tionghoa di Kelurahan Kotabumi Ilir karena pertimbangan jarak.
Saat bertemu, terjadi cekcok dan salah paham yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Peristiwa tersebut kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial.
Polisi juga telah mendatangi pihak keluarga salah satu remaja yang terlibat serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Dari penelusuran awal, para remaja yang terlibat diketahui masih berstatus sebagai pelajar.
“Karena para pihak yang terlibat masih berusia pelajar, kami mengedepankan langkah pembinaan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama memberikan pengawasan serta edukasi kepada anak-anak,” kata IPTU Herawati.
Hingga saat ini, kedua belah pihak belum membuat laporan resmi ke Polsek Kotabumi Kota. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan penelusuran untuk memastikan duduk perkara serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan persoalan dengan cara-cara yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Jika terjadi persoalan, segera sampaikan kepada orang tua, pihak sekolah, atau kepolisian,” pungkasnya.
Polsek Kotabumi Kota memastikan situasi pascakejadian dalam keadaan aman dan kondusif serta terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.(*)
