Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id. – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (25/7/2026) pukul 16.52 WIB. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat laut. Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 3 detik. Meski terjadi erupsi, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga) sesuai penetapan PVMBG.
Menindaklanjuti perkembangan aktivitas vulkanik tersebut, Kasat Polairud Polres Lampung Selatan IPTU Panpan Hermayadi, S.H. mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan dan pengguna jasa wisata bahari di kawasan Selat Sunda, agar mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG demi keselamatan bersama.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, jangan mengambil risiko hanya untuk menyaksikan aktivitas vulkanik dari jarak dekat,” ujar IPTU Panpan Hermayadi, S.H.
Ia menjelaskan, Sat Polairud Polres Lampung Selatan terus meningkatkan pemantauan di wilayah perairan sekitar Selat Sunda serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyampaikan informasi kepada nelayan, operator kapal wisata, dan pengguna jasa pelayaran agar tidak memasuki zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi risiko yang dapat ditimbulkan akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir Lampung Selatan juga diimbau agar hanya memperoleh informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi pemerintah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Apabila merencanakan perjalanan wisata laut, masyarakat diminta selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sementara itu, PVMBG tetap merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Status aktivitas gunung masih berada pada Level III (Siaga) dan akan terus dipantau oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau.
Sumber: Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).
