Natar, etalaseinfo.co.id – (30/04/2026), etalaseinfo.co.id — Yayasan Amanat Umat Madani Indonesia (AUMI) di Natar, Kabupaten Lampung Selatan melakukan pembukaan pesantren haji dan umroh bagi calon jemaah yang sebelumnya sudah mendaftar di yayasan ini. Pesantren akan berlangsung sehari semalam setiap bulan selama 60 kali pertemuan.
Pembukaan berlangsung di aula kantor AUMI Jl. Sebiyai, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Rabu (29/04/2026) diikuti sekitar 60-an peserta yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Acara dibuka oleh Ketua Yayasan AUMI KH M Sholeh Hambali di dampingi pengurus Satgasus Pelayan Tamu Allah SWTsatuan tugas yang mengurusi program haji dan umroh yang dibentuk Yayasan AUMI.
Dalam sambutannya Sholeh Hambali mengatakan, bahwa pada pembukaan pesantren ini perlu menyamakan visi, misi dan persepsi tentang program haji dan umroh yang digelar AUMI. Kita samakan visi, misi dan persepsi kita tentang program ini. Memang kewajiban umroh dan haji bagi umat Islam yang mampu. Mampu di sini dalam hal biaya, kesehatan dan waktu. Meski mampu tetapi jika tidak berniat, berikhtiar dan berdoa belum tentu bisa melaksanakannya, ujar mantan dosen UIN Raden Intan tersebut.
Selain mempersiapkan biaya, juga perlu persiapan mental dan spritual. Jangan hannya sesampai di Tanah Suci sibuk foto selfi tanpa menghayati dan memahami ritual ibadah tersebut secara sunggguh-sungguh. Ritual ibadah dijalankan secara fisik saja tanpa melibatkan spritual yang sesungguhnya. Makanya melalui kegiatan pesantren ini kita melatih jiwa dan spritual calon jemaah agar siap melaksanakan ritual ibadah tersebut, lanjutnya.
Terkait persiapan biaya, Pak Haji-panggilan akrabnya, menyatakan, perlu keyakinan calon jemaah bahwa Allah SWT akan membantu. “Berapa pun rezeki yang diterima, tabung dengan harapan awal tahun 2027 sudah mencapai Rp12 juta sebagai biaya tanggungan calon jemaah umroh. Jika kita yakin dan bertekat kuat untuk berangkat maka Allah SWT akan memberikan rezeki yang kadang-kadang tidak terduga datangnya, sambungnya di depan sekitar 60-an orang calon jemaah.
Sebab, ungkap Sholeh Hambali, dalam hidup ini umat Islam harus meyakini iman secara teoritis dan empiris. Iman secara teoritis adalah iman yang dipercaya dan dipelajari selama ini. Namun iman secara empiris adalah keyakinan yang terwujud nyata dalam tindakan, perilaku, dan amal saleh (perbuatan anggota badan), bukan sekadar kepercayaan dalam hati.
Subsidi Yayasan
Sisanya subsidi Rp11 juta/jemaah diusahakan yayasan melalui berbagai usaha, di antaranya ternak ikan lele dan ikan patin, serta pembesaran ayam broiler yang sudah dua kali panen. Sementara untuk ikan lele sedang memasang jaring. Jika pun terjadi kenaikan biaya umroh karena tiket pesawat naik akibat perang di Timur Tengah maka itu menjadi beban yayasan, sedangkan beban calon jemaah tetap seperti semula, tegas Pak Haji.
Sementara Ketua Satgasus Pelayan Tamu Allah yang dibentuk Yasaan AUMI, Budiono menambahkan, selain usaha-usaha di atas pihak yayasan juga sedang menggagas dan merancang usaha lainnya guna mencukupi subsidi biaya umroh tersebut agar lebih cepat berangkat ke Tanah Suci.
Kepada mahasantri–peserta pesantren Budi menyebutdiharapkan hadir minimal 75 persen kegiatan pesentren karena akan menjadi penilaian dalam menentukan keberangkatan ke Tanah Suci. Ya kita harus serius dan sungguh-sungguh mengikuti pesantren ini agar benar-benar siap menjadi tamu Allah SWT, tuturnya di dampingi Sekretaris Satgasus Azhari dan Bendahara Yulia Riska.
Acara pesantren perdana tersebut berlangsung hingga sore dan diakhirinya dengan berfoto bersama. Kegiatan untuk bulan berikutnya direncanakan akan digelar pada tanggal 18 Mei 2026 yang dimulai sehabis solat Ashar dan berakhir besoknya alias peserta menginap di lokasi. Acara akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain, ceramah, zikir dan solawat. (datuk)
