Lampung Barat, etalaseinfo.co.id – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka Turnamen Futsal Santri PCNU Lampung Barat CUP 2026 di Lapangan YPI Roudlotus Sholihin, Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam, Kamis (29/10).
Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri tersebut diikuti 63 tim yang berasal dari seluruh pondok pesantren dan yayasan se-Lampung Barat.
Ketua Pelaksana, Santoni mengatakan, turnamen ini sengaja digelar bukan hanya sebagai kompetisi olahraga, melainkan sebagai wadah silaturahmi seluruh pesantren.
“Tujuannya sebagai ajang silaturahmi seluruh pesantren yang ada di Lampung Barat,” kata Santoni.
Bupati Lampung Barat menegaskan, kehadirannya adalah bentuk komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya di kalangan santri.
“Mudah-mudahan kehadiran saya akan memberikan semangat untuk anak-anak dan panitia khususnya. Karena hadirnya pemerintah kalau ada kegiatan itu pasti panitianya senang. Paling tidak akan menjadi motivasi,” ujar Parosil.
Menurutnya, yang paling penting adalah pemerintah harus hadir dan menjawab kehadiran di tengah masyarakat.
“Apa yang dilakukan teman-teman santri dan pondok pesantren hari ini merupakan harapan pemerintah daerah,” kata dia.
Parosil menyampaikan pesan yang cukup tajam tentang makna pembangunan. Ia menyebut membangun tidak hanya soal memperbaiki jalan.
“Membangun itu bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi membangun itu adalah hati dan diri kita. Kalau hati kita, pikiran kita jelek, susah juga, cuman adanya praduga-praduga saja,” tegasnya.
Ia menilai olahraga seperti futsal menjadi media untuk membangun karakter tersebut, terutama sportivitas. Namun, sportivitas itu tidak hanya dituntut dari pemain, melainkan juga dari panitia dan wasit.
“Harapan saya, karena ini baru pertama kalinya dilaksanakan, panitia bisa melaksanakannya dengan baik. Tidak ada kecenderungan ke tuan rumah, tapi semua diperlakukan dengan sistem dan aturan yang sama,” katanya.
“Wasit juga harus memperlakukan hal yang serupa. Termasuk tim, kalau mau menang semuanya pasti ingin menang, tetapi yang paling utama adalah silaturahmi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Parosil mengatakan turnamen ini menjadi pembuktian bahwa santri tidak hanya identik dengan mengaji.
“Yang paling penting mempromosikan bahwa santri itu bukan hanya ngaji, tetapi urusan-urusan sosial, urusan olahraga juga diberikan perhatian,” ujarnya.
Ia mengaku bangga dengan kesiapan tuan rumah. Menurutnya, tidak semua pondok siap menjadi tuan rumah kegiatan sebesar ini.
Dengan dibukanya liga Santri PCNU CUP 2026 ini, Parosil berharap menjadi titik awal penguatan peran santri dalam pembangunan karakter dan kebersamaan di Lampung Barat.(Kmf-Kms)
