Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id – Pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se lampung Selatan yang berlangsung pada Januari 2023 lalu menyisakan masalah bagi sebagian anggota PPK se Lampung Selatan.
Pemasalahan muncul setelah anggota PPK menerima dana operasional (UP), di bulan April 2023, dana operasional yang seharusnya untuk biaya kegiatan anggota PPK, ternyata disetorkan untuk biaya publikasi media.
Menurut salah satu anggota Panitia pemilihan Kecamatan dari salah satu kecamatan yang ada di Lampung Selatan, yang enggan namanya ditulis mengatakan, bahwa setiap anggota PPK dibebankan sebesar 200 Ribu Rupiah, dana tersebut dihimpun oleh ketua PPK Masing-masing kecamatan kemudian disetor kepada Ketua Forum PPK yang juga sebagai ketua PPK Kecamatan Sidomulyo, Saudara Refa Risnadi.
Ketua KPU Lampung Selatan Ansurasta Razak yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp nomor. 08136917xxxx tidak menyangkal dan tidak membenarkan, Aan panggilan akrabnya mengatakan “Saya juga sudah dapat info tersebut bang, silahkan konfirmasi ke yang bersangkutan atau ke media yang menayangkan advertorial tersebut. Sabtu 15-04-23.
Sementara anggota KPU Lamsel, Kepala Divisi (Kadiv) Tungsura Hendra Apriansyah Saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan, “Insya Allah akan saya tindak lanjuti informasinya…sayacoba cross chek infonya dengan temen2 PPK mas jun..
Hendra juga meminta untuk memuat pesan yang diteruskan tentang pengakuan “tidak ada pimpinan”, namun ada juga “Siap pimpinan Memang sudah kewajiban kami untuk membayar iklan tersebut. Dari dua pesan yang diteruskan bertolak belakang antara satu dengan lainnya.
Terpisah Ketua PPK Sidomulyo “Refa Risnadi” yang disebut sebagai koordinator, melalui percakapan telpon pada nomor 0813 6907 7xxx mengakui dan membenarkan ada pungutan tersebut, hanya bahasanya dikemas seakan kesepakatan bersama untuk biaya Publikasi media kegiatan PPK se-Lampung Selatan saat dilantik.
Namun saat ditanyakan, apakah pada saat dilantik Sudah menjadi ketua Forum PPK, Refa mengatakan belum dan mengajak untuk bertemu.
“Bang Jun alamatnya dimana, bagaimana kalo kita bertemu dulu biar enak ngobrolnya, nanti saya kerumah terang Refa melalui percakapan telpon.
Setelah komunikasi tersebut dilakukan, ada upaya untuk membungkam media, baik telp secara langsung maupun melalui Kabiro etalaseinfo Sabda Fajar, yang juga selaku sekretaris PWI Lampung Selatan, agar menegur untuk tidak macem-macem jelasnya.
“Bang tadi saya ditelpon temen agar saya menegur Bang Jun, agar tidak usah mengganggu KPU” jelas Sabda Fajar, melalui sambungan telp.
Jika merasa bersih kenapa harus risih, dan kenapa harus membenturkan media yang melakukan konfirmasi dengan media yang memuat berita seperti yang disebut ketua KPU Ansurasta Razak.
Anggota PPK Se-Lampung Selatan yang terdiri dari 17 Kecamatan, masing-masing Lima Orang dan dikalikan Dua Ratus Ribu, maka terkumpul dana sejumlah Rp.17.000.000,- Apakah dana tersebut benar diserahkan ke Media, Media apa saja yang menerima dana tersebut hanya mereka yang tau.
Menurut sumber media ini, malam ini juga pesan untuk konfirmasi dari media langsung di Share di Grup PPK sehingga menimbulkan kehebohan dan saling curiga sesama anggota, jika benar itu hasil kesepakatan kenapa pada kesal, siapa yang sepakat dimana buat kesepakatan.
“Jika dikatakan itu atas kesepakatan bersama, dimana buat kesepakatan dan siapa saja yang sepakat jelas sumber tersebut dengan penuh rasa kesal”.
Masih menurut sumber tersebut, ide pemungutan biaya publikasi kepada anggota PPK, diantara Ketua KPU atau Kadiv Tungsura atau keduanya urai sumber tersebut, sambil berpesan tolong dirahasiakan identitasnya.
Namun masih menurut sumber tersebut pungutan tersebut lebih mengarah kepada oknum kadiv Tungsura karena dia lebih keras menegur anggota ppk, tapi apa mungkin jalan sendiri, lanjut sumber dengan rasa kesal.(Red)
