Dugaan Penyebab Kebakaran Yang Tewaskan Dua Lansia di Lamsel Didalami Polisi

Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id  – Polsek Sidomulyo bersama Polres Lampung Selatan melakukan penyelidikan atas peristiwa kebakaran rumah yang menewaskan dua orang lanjut usia di Dusun Sumber Sari, Desa Bali Nuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 23.40 WIB.

Korban diketahui merupakan pasangan suami istri, Wajran (86) dan Apung Mulyati (79). Keduanya ditemukan meninggal dunia di dalam rumah setelah kobaran api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran bersama warga.

Kapolsek Sidomulyo AKP Peri Setiawan, S.H., M.H. membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, telah terjadi kebakaran sebuah rumah di Desa Bali Nuraga yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Personel kami segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, membantu proses evakuasi, serta melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran,” ujar AKP Peri Setiawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, api pertama kali diketahui oleh saksi Sugiantoro yang melihat kobaran api telah membesar dan menghanguskan sekitar separuh bangunan rumah. Warga kemudian berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun tidak berhasil karena kobaran api terus membesar hingga atap rumah roboh.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIB dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah proses pendinginan, petugas bersama warga melakukan evakuasi terhadap kedua korban yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi, penyebab sementara kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang mengenai material mudah terbakar di dalam rumah. Lokasi rumah yang berada di kawasan kebun karet dengan jarak sekitar 100 meter dari rumah warga terdekat menyebabkan api terlambat diketahui sehingga cepat membesar. Faktor usia lanjut kedua korban juga diduga membuat mereka tidak sempat menyelamatkan diri.

AKP Peri Setiawan menambahkan, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan sumber api di dalam rumah.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kompor, obat nyamuk bakar, maupun sumber api lainnya benar-benar aman sebelum beristirahat. Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama pada rumah yang dihuni lanjut usia,” tambah AKP Peri Setiawan.

Akibat peristiwa tersebut, satu unit rumah tinggal ludes terbakar dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta. Polisi masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran. (*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *