Bandar Lampung, etalasinfo.co.id – Capaian siswa Lampung dalam penerimaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2025 dinilai masih memprihatinkan. Data mencatat, hanya 22,29 persen atau sekitar 24 ribu dari total 110 ribu siswa SMA yang berhasil lolos. Persentase ini menempatkan Lampung pada urutan keempat terbawah nasional.
Menanggapi kondisi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mengambil langkah cepat dengan menggelar Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk seluruh siswa kelas XII se-Lampung. Uji kompetensi ini diproyeksikan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan daya saing akademik pelajar Lampung yang bercita-cita melanjutkan pendidikan tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan bahwa assessment awal di beberapa daerah menunjukkan hasil yang belum menggembirakan.
Di Lampung Timur dan Metro, dari 4.671 peserta hanya 14 persen (643 siswa) yang mencapai standar universitas terkemuka.
Di Bandar Lampung dan Lampung Selatan, dari 8.118 peserta hanya 10,8 persen (878 siswa) yang dinyatakan lolos.
“Ini memang agak menyedihkan, tapi kita anggap sebagai pijakan awal untuk perbaikan. Dari hasil ini akan kita lakukan treatment khusus di sekolah,” ujar Thomas,
Tak hanya siswa, Disdikbud Lampung juga menaruh perhatian serius pada kompetensi guru. Pelatihan intensif akan diberikan bagi guru Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, hingga Bimbingan Konseling (BK). Selain itu, laboratorium khusus juga dipersiapkan untuk menguji standar kompetensi guru di 17 mata pelajaran.
“Kalau muridnya oke tapi gurunya tidak, tetap akan jadi masalah. Karena itu kami akan audit kinerja guru secara menyeluruh. Intinya, transformasi pembelajaran di sekolah tidak lagi konvensional, tapi adaptif dengan materi ujian,” tegas Thomas.
Untuk terobosan baru, Pemprov Lampung juga tengah menyiapkan kelas khusus untuk siswa kelas XII dan kelas X. Kelas ini akan disesuaikan dengan bakat dan minat siswa, sekaligus menjadi ruang pembinaan intensif menuju UTBK dan seleksi PTN.
Selain itu, Disdikbud Lampung juga berencana menggandeng lembaga bimbingan belajar (bimbel) untuk duduk bersama. Tujuannya, mendiskusikan strategi terbaik agar materi terbaru yang selama ini dikuasai bimbel bisa lebih terintegrasi dengan sekolah.
“Banyak siswa tembus universitas bukan murni karena sekolah, tapi materi bimbel. Ini harus kita sinergikan agar siswa mendapat pembekalan terbaik,” Sambung Thomas.
Langkah besar ini disebut sejalan dengan Key Performance Indicator (KPI) Gubernur Lampung dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
“Mudah-mudahan dengan doa dan kerja sama semua pihak, transformasi pembelajaran dan peningkatan kualitas guru bisa benar-benar terwujud. Jelas, ada yang harus kita perbaiki bersama-sama, baik dari sisi siswa maupun guru,” pungkas Thomas Seperti dilansir dari Bintangbrodcast media.com.(*)
