Mesuji, etalaseinfo.co.id – Pasca terjadinya peristiwa perusakan dan pembakaran fasilitas Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kapolsek bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat (tomas), tokoh adat (toda), serta perangkat desa guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek mesuji timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
Kapolsek juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menangani peristiwa tersebut secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan perangkat desa agar tetap menjaga persatuan serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Jangan mudah terpancing isu maupun ajakan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan,” ujar Kapolsek.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempererat sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat.
Kegiatan sambang tersebut mendapat respons positif dari para tokoh masyarakat dan perangkat desa yang menyatakan siap mendukung upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban di wilayah setempat. (*)
