Bandar Lampung, etalaseinfo.co.id – Paguyuban perantau Minang-Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Provinsi Lampung akan menyalurkan bantuan untuk bencana di Provinsi Sumatera Barat dana Rp327 juta lebih. Penyaluran bantuan yang dihimpun dari berbagai elemen masyarakat tersebut akan berkordinasi dengan pemerintah nagari/jorong serta ninik mamak daerah yang terkena bencana.
Demikian keputusan rapat Pengurus KBSB Lampung yang berlangsung di RM Begadang Resto, Teluk Betung, Bandarlampung, Senin (22/12/2025) malam.
Rapat yang dipimpin Ketua Umum KBSB Lampung Afdi Muslim, SE bersama Sekretaris Umum Prof. Sabrimen tersebut, selain dihadiri jajaran pengurus dan pembina juga dihadiri Penasihat KBSB Hi. Dasril.
Di dalam rapat muncul sejumlah opsi mengenai sasaran penyaluran bantuan. Di antaranya mengacu pada penyaluran bantuan pada saat galodo di Pesisir Selatan tahun 2023 dan galodo Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar tahun 2024 yakni disalurkan kepada ahliwaris korban meninggal. Opsi kedua, bantuan disalurkan kepada korban yang masih hidup yang memiliki usaha untuk menjadi modal kembali berusaha.

Juga terdapat opsi dana disalurkan kepada mahasiswa asal Sumatera Barat yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Lampung yang keluarga/orangtuanya menjadi korban bencana guna penyambung hidup dan biaya kos. Sebab untuk uang kuliah sudah digratiskan pemerintah selama dua semester ke depan, sementara biaya hidup yang selama ini dikirimkan dari keluarganya di Sumbar terputus akibat bencana.
Untuk identifikasi dan penyalurannya lebih mudah karena mahasiswanya berada di Lampung dan sudah ada data pada masing-masing perguruan tinggi, siapa saja mahasiswanya yang terkena musibah dan berhak mendapatkan pembebasaan uang kuliah.
Sementara jika bantuan disasalurkan ke korban bencana di Sumbar akan cukup rumit dan sulit melakukan pendataan, apalagi wilayah terdampak cukup luas yakni 13 kabupaten/kota. Karena itu juga muncul usulan agar yang diberi bantuan adalah daerah yang belum menerima bantuan dari jurai/KBSB kabapaten kota saja.
Sebelumnya sejumlah jurai dan KBSB kabupaten/kota sudah menyalurkan bantuan ke korban bencana di berbagai daerah di Sumatera Barat. Di antaranya Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD), PKDP (Padangpariaman), KBSB Kota Metro dan KBSB Kabupaten Tanggamus.
Namun dari sejumlah diskusi maka disepakati dana yang terkumpul disalurkan semuanya ke korban bencana di Sumbar, sementara untuk mahasiswa asal Sumbar yang menuntut ilmu di Lampung dan terdampak bencana akan dihimpun dana berikutnya.
Guna pendataan korban yang akan menerima bantuan dibentuk tim kecil yang diketuai Mansurdin dengan Sekretaris Sahrin. Tim ini akan melakukan koordinasi dengan pemerinah nagari/jorong dan niniak mamak di masing-masing daerah terdampak untuk selanjutkan akan disalurkan dana yang rencananya awal Januari mendatang.
13 Kabupaten/Kota
Bencana banjir bandang yang disebut juga dengan galodo menimpa 13 dari 19 kabupaten/kota di Ranah Minang tersebut sejak akhir November lalu. Di antaranya, Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, Kota Padangpanjang, Kabupaten Pasaman Barat, Tanah Datar, 50 Kota, Solok, Pesisir Selatan dan lain-lain.
Di samping itu banjir bandang juga melanda Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Jumlah korban akibat bencana banjir di ketiga provinsi tersebut terus meningkat, berdasarkan data per Selasa (23/12) pukul 09.30 WIB, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.106 orang. Selain itu, sebanyak 175 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka.
Perincian berdasarkan provinsi, Aceh masih menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni mencapai 477 orang. Di provinsi ini, sebanyak 31 orang dilaporkan hilang dan sekitar 4.300 orang mengalami luka-luka akibat banjir.
Sementara itu, di Sumatra Barat tercatat 260 korban meninggal dunia. Selain itu, 72 orang masih dinyatakan hilang dan 382 orang mengalami luka-luka.
Adapun di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 369 orang. Selain itu, sebanyak 72 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 2.300 orang mengalami luka-luka di provinsi tersebut. (datuk/herman)
