Pondok MTs Ma’arif di Palas Dilalap Api, Satu Ruangan Ludes Terbakar Bikin Santri Panik

Palas, etalaseinfo.co.id –  Suasana tenang di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, mendadak mencekam. sekitar pukul 19.10 WIB, Kobaran api melahap bangunan pondok MTs Ma’arif pada Kamis malam (23/4/2026) memicu kepanikan warga dan para santri yang berhamburan menyelamatkan diri.

Api dengan cepat membesar, diduga berasal dari korsleting listrik. Warga yang melihat kejadian itu langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu bantuan datang. Teriakan dan kepulan asap pekat menyelimuti lokasi, menambah suasana dramatis di tengah malam.

Tak lama berselang, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lampung Selatan bersama Posko Damkar Kecamatan Ketapang tiba di lokasi. Dengan mengerahkan dua unit armada, petugas berjibaku memadamkan si jago merah yang terus menggerogoti bangunan pondok milik Ahmad Mustofa Zuhad (30), warga setempat.

Kepala Bidang Damkar Lampung Selatan, Rully Fikriansyah mengungkapkan, bahwa pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Bumi Restu terkait kebakaran tersebut.

“Kami terima laporan adanya kebakaran bangunan pesantren yang diduga milik Ustad Soleh Bajuri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at (24/4/2026). Seperti dilansir dari Tiga pena Lampung.

Menurut Rully, proses pemadaman berlangsung cukup menegangkan. Api baru berhasil dikendalikan setelah hampir satu jam penanganan intensif.

“Sekira pukul 20.55 WIB api berhasil kita padamkan,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Bangunan pondok yang menjadi tempat aktivitas belajar para santri mengalami kerusakan cukup parah.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius bagi masyarakat akan bahaya instalasi listrik yang tidak terawat. Rully pun mengimbau warga untuk lebih waspada.

“Kami mengingatkan agar masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik, karena potensi korsleting bisa memicu kebakaran besar,” tegasnya.

Insiden ini meninggalkan duka dan trauma bagi para santri, sekaligus menjadi alarm keras bahwa kelalaian kecil bisa berujung pada kerugian besar.(TPL)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *