Natar, etalaseinfo.co.id – Di usia 53 tahun, Aan masih harus bekerja sebagai buruh di sebuah rumah makan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tinggal menumpang di atas lahan PT KAI di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, membuatnya harus cermat mengatur penghasilan yang tidak seberapa untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, ketika putranya, Iqbal, mendapat kesempatan mengikuti sunatan massal gratis yang digelar Polsek Natar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Jumat (12/6/2026), Aan mengaku sangat bersyukur.
Pagi itu, Aan bersama istrinya mendampingi Iqbal ke Polsek Natar. Di lokasi yang sama, tetangga mereka, Ilham, juga mengikuti khitan massal bersama puluhan anak lainnya.
Suasana hangat dan penuh kebahagiaan terlihat sejak pagi. Para orang tua tampak setia mendampingi anak-anak mereka, memberikan semangat, hingga menenangkan peserta yang masih terlihat gugup sebelum menjalani proses khitan.
Bagi Aan, program tersebut bukan sekadar pelayanan kesehatan gratis, melainkan bantuan nyata yang mampu meringankan beban keluarganya.
“Terima kasih banyak kepada Pak Polsek. Kegiatan ini sangat membantu kami dan mengurangi beban keluarga,” ujar Aan.
Di sela kegiatan, Ketua RT 05 Desa Merak Batin Induk, Hasbundari, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polsek Natar terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada Polsek Natar. Kegiatan sunatan massal ini sangat membantu warga saya yang kurang mampu.” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, mengatakan bahwa kegiatan bakti kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan bantuan.
“Melalui Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin berbagi manfaat kepada masyarakat. Semoga kegiatan sunatan massal ini dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus menjadi kebahagiaan bagi anak-anak yang mengikutinya,” ujar Toni.
Pada pelaksanaan yang digelar 12 Juni 2026 tersebut, sebanyak 105 peserta tercatat mengikuti sunatan massal. Mereka berasal dari berbagai desa di Kecamatan Natar dan wilayah sekitarnya.
Di balik ramainya kegiatan itu, tersimpan banyak cerita perjuangan keluarga sederhana seperti yang dialami Aan. Bagi pria 57 tahun tersebut, melihat putranya bisa menjalani khitan dengan aman dan tanpa biaya menjadi kebahagiaan tersendiri. Di tengah keterbatasan ekonomi yang dijalani keluarganya, uluran tangan melalui program sosial tersebut menjadi bantuan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
