Dari Guru ke Panggung Nasional, Parosil Bawa Pesan: Pendidikan Harus Memanusiakan dan Berakar Pada Budaya

Lampung Barat, etalaseinfo.co.id – Di hadapan 167 peserta dari 50 perguruan tinggi se-Indonesia, Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, S.Pd menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak cukup hanya mengejar teknologi dan daya saing global. Kesempatan belajar harus terbuka bagi semua anak, sementara nilai-nilai budaya lokal tetap menjadi fondasi.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar membangun gedung sekolah, menyediakan buku pelajaran, atau mengejar kecanggihan teknologi. Lebih dari itu, pendidikan adalah tentang membuka kesempatan, membangun martabat, dan memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk meraih masa depan.

Pesan itu dibawa Bupati Lampung Barat ketika tampil sebagai narasumber dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XIV dan Seminar Nasional Asosiasi Program Studi Manajemen Administrasi Pendidikan Indonesia (APMAPI) Tahun 2026 di Universitas Lampung (Unila), Jumat (30/10/2026).

Bupati Lampung Barat menyampaikan materi tentang Kmplementasi Kebijakan Pemerataan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Pada Abad ke-21.

Bagi Parosil, berbicara tentang pendidikan bukan sekadar menyampaikan teori. Ada pengalaman panjang yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Sebelum menjadi Bupati Lampung Barat, ia pernah menjalani profesi sebagai guru honorer dan guru bantu, kemudian menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selama tiga periode. Pengalaman itulah yang membentuk pandangannya bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama seorang pemimpin.

Di hadapan kalangan akademisi, ia memaparkan sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang diarahkan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat. Salah satu yang mendapat perhatian adalah program seragam sekolah gratis.

Program ini diberikan tanpa membedakan status sosial dan kemampuan ekonomi keluarga. Anak petani, buruh, Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala desa, hingga anak seorang bupati memiliki hak yang sama selama bersekolah di Kabupaten Lampung Barat.

Bagi Parosil, kesempatan memperoleh pendidikan tidak boleh dibatasi oleh latar belakang keluarga. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui program beasiswa kedokteran bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMA) dan Madrasah Aliyah asal Lampung Barat yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa telah menempuh pendidikan kedokteran di berbagai daerah, termasuk Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Lampung.Tidak berhenti di sana, Pemerintah Daerah (PEMDA) juga mengembangkan beasiswa seni dan budaya, bahasa daerah, kewirausahaan, serta pendidikan guru sekolah dasar.

Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga sumber daya manusia yang memahami identitas, potensi, dan kebutuhan daerahnya. Kopi, Budaya, dan Pendidikan sebagai kekuatan Daerah.

Hal menarik lainnya dari paparan Parosil adalah upaya menghubungkan pendidikan dengan potensi ekonomi dan budaya lokal. Sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta, Lampung Barat memiliki kekayaan sumber daya alam yang perlu dikelola melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Karena itu, PEMDA mengembangkan Sekolah Kopi dan Kampung Kopi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.

Menurut Parosil, pendidikan harus hadir dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui pendidikan formal di sekolah dan perguruan tinggi, tetapi juga melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, kopi bukan hanya komoditas perdagangan, melainkan juga sumber pengetahuan, identitas budaya, dan peluang kesejahteraan masyarakat.

Pesan yang ingin disampaikan kepada kalangan akademisi cukup jelas, teknologi boleh berkembang, kurikulum harus terus diperbarui, tetapi pendidikan tidak boleh kehilangan akar budaya dan jati diri masyarakat.

Ketua Program Studi Manajemen Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Lampung, Dr. Handoko, menyampaikan bahwa Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI diikuti 167 peserta dari 50 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya perhatian dan komitmen perguruan tinggi untuk memperkuat kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang manajemen dan administrasi pendidikan.

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Lampung, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI merupakan sebuah kehormatan bagi FKIP Unila.

Ia berharap forum nasional tersebut tidak berhenti sebagai agenda pertemuan organisasi, tetapi mampu menghasilkan kolaborasi nyata antarkampus di seluruh Indonesia. Kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan kualitas akademik, memperkuat pengembangan kurikulum, serta mendorong penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat langsung.

Kehadiran Bupati Lampung Barat dalam forum nasional tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara PEMDA dan kalangan akademisi mengenai arah pembangunan pendidikan Indonesia.

Lebih dari sekadar memaparkan program daerah, Parosil membawa pesan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan harus diukur dari seberapa luas kesempatan yang diberikan kepada masyarakat dan seberapa besar manfaatnya bagi kehidupan mereka.

Lampung Barat ingin menunjukkan bahwa daerah dengan keterbatasan fiskal tetap dapat membangun kebijakan pendidikan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus mengembangkan potensi lokal sebagai kekuatan pembangunan. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang mencetak orang-orang pintar dan berdaya saing global. Pendidikan juga harus melahirkan manusia yang berkarakter, mengenal budayanya, mencintai daerahnya, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebab, kemajuan sebuah daerah bukan hanya dilihat dari seberapa tinggi teknologi yang digunakan, tetapi juga dari seberapa besar perhatian pemimpinnya terhadap masa depan generasi penerus.(Kmf-Kms)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *