Pencarian Bocah 6 Tahun Diduga Terseret Arus Way Pisang di Palas Masih Berlangsung

Lampung Selatan, etalaseinfo.co.id  – Seorang anak berusia 6 tahun dilaporkan tenggelam di aliran Way Pisang, Dusun 03 Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (6/6/2026) siang. Hingga Sabtu sore, korban masih dalam proses pencarian oleh warga bersama aparat setempat.

Korban diketahui bernama Kenzi Gunawan bin Syabihis Gunawan, warga Dusun 03 Muara Batang, Desa Palas Aji. Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama lima temannya bermain dan mandi di aliran Way Pisang.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 13.30 WIB korban bersama teman-temannya berjalan kaki menuju sungai untuk mandi. Sesampainya di lokasi, mereka bermain air seperti biasa. Namun sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi sungai berubah setelah hujan deras di wilayah hulu menyebabkan debit air meningkat secara tiba-tiba.

Arus yang mendadak membesar diduga menyeret korban ke bagian tengah sungai. Salah seorang temannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat korban tidak dapat diselamatkan.

Anak-anak yang berada di lokasi kemudian berlari mencari bantuan dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga. Informasi itu dengan cepat menyebar hingga akhirnya warga bersama aparat desa dan kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian.

Kapolsek Palas IPTU Suyitno mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya anak yang diduga tenggelam di aliran Way Pisang.

“Begitu menerima informasi dari warga, personel langsung menuju lokasi untuk membantu proses pencarian dan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang berada di tempat kejadian,” kata Suyitno.

Menurutnya, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diduga terseret arus sungai yang tiba-tiba membesar akibat tingginya intensitas hujan.

“Dari keterangan saksi-saksi, korban mandi bersama teman-temannya ketika debit air sungai meningkat secara mendadak hingga akhirnya korban terseret arus,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan aparat setempat di sepanjang aliran sungai.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai, terutama saat cuaca tidak menentu.

“Kami mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya dan menghindari aktivitas mandi di sungai ketika cuaca hujan atau debit air berpotensi meningkat,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya perubahan arus sungai yang dapat terjadi secara tiba-tiba saat musim hujan. Selain melakukan pencarian terhadap korban, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *