Tradisi Pedang Pora Iringi Pengabdian Terakhir 10 Personel Polresta Bandar Lampung

Bandar Lampung, etalaseinfo.co.id – Langkah mereka mungkin berakhir sebagai anggota aktif Polri, namun jejak pengabdiannya akan selalu dikenang. Suasana haru menyelimuti Mapolresta Bandar Lampung saat 10 personel yang memasuki masa purnabakti dilepas melalui prosesi Tradisi Pedang Pora, Senin (6/7/2026).

Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Bandar Lampung, Ny. Fera Alfret Tilukay. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada personel yang telah menuntaskan puluhan tahun pengabdian kepada institusi Polri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyematan medali kehormatan dan penyerahan buket bunga kepada para wisudawan. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Satu per satu para wisudawan kemudian melangkah melewati barisan Pedang Pora. Di bawah lengkungan pedang yang terangkat, mereka meninggalkan gerbang kedinasan dengan kepala tegak, diiringi tepuk tangan, penghormatan, dan doa dari seluruh personel serta keluarga besar Polresta Bandar Lampung.

Adapun personel yang memasuki masa purnabakti yakni AKP Djoni Apriadi, Iptu Gustomi Dendy, S.H., Iptu Bambang Sumarno, Aiptu Heri Mawardi, Aiptu Bambang Wibowo, Aiptu Herliansyah, Nursidawati, Agus Siswanto, Ipda Edi Yusuf, dan Ipda Suhardi.

Usai melewati gerbang Pedang Pora, para purnawirawan diantar hingga pintu gerbang keluar Mapolresta Bandar Lampung. Tangis haru pecah saat rekan sejawat dan keluarga memberikan pelukan serta ucapan terima kasih atas pengabdian yang telah mereka persembahkan selama bertahun-tahun.

Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, mengatakan bahwa Tradisi Pedang Pora bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi merupakan bentuk penghormatan institusi kepada setiap personel yang telah mengabdikan diri dengan penuh loyalitas hingga akhir masa dinasnya.

“Tradisi Pedang Pora merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi dari institusi kepada personel yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya. Ini menjadi simbol bahwa setiap dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan yang telah diberikan selama bertugas akan selalu menjadi bagian dari sejarah Polresta Bandar Lampung,” ujar AKP Agustina Nilawati, Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan, purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurutnya, pengalaman serta keteladanan para purnawirawan akan tetap menjadi inspirasi bagi personel yang masih aktif bertugas.

“Kami berharap para purnawirawan senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan bersama keluarga. Sementara bagi personel yang masih berdinas, momen ini menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan berakhir dengan kehormatan,” tutup AKP Agustina.

Tradisi Pedang Pora menutup rangkaian pelepasan dengan penuh khidmat. Di balik langkah terakhir meninggalkan gerbang Mapolresta Bandar Lampung, tersimpan perjalanan panjang penuh dedikasi yang akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah pengabdian kepada Polri dan masyarakat.(*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *