Natar, etalaseinfo.co.id -Kasus pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melibatkan truk tangki Pertamina,modus beristirahat makan malam dalam perjalanan di wilayah Natar menuju SPBU ,menjadi sorotan tajam .
“Beberapa modus operandi yang terpantau Wartawan terindikasi banyaknya kendaraan Tengki PT Pertamina ramai terlihat di sejumlah titik di wilayah Natar bersandar modus beristirahat makan malam disinyalir menunggu jam malam beroprasi keluar masuk gudang diduga oplos muatan BBM atau barter bbm mengunakan minyak mentah sebelum di kirimkan ke SPBU .
Modus Operandi “Truk Tengki PT . Pertamina Istirahat” & Pengoplosan , pencampuran Pertalite dengan minyak mentah (cong) di lokasi gudang yang di tentukan dan adanya dugaan truk tengki PT Pertamina dilaporkan berhenti di lokasi tidak resmi (istiraharat) untuk mengoplos BBM sekitar wilayah Natar sebelum sampai di tujuan kerap adanya dugaan manipulasi dokumen melibatkan oknum di PT Pertamina Patra Niaga. Yang sudah terorganisir.
“Dari hasil investigasi wartawan di lapangan yang diperoleh terkait berjamurnya truk tengki PT Pertamina yang kerap terlihat sedang beristirahat di wilayah jalan lintas Natar pada malam hari terendus adanya truk tengki merah putih PT Pertamina terpantau membelok ke ke lokasi yang diduga tempat gudang pengoplosan BBM ilegal di wilayah Tanjung Sari .kecamatan Natar .
Saat sejumlah tim awak media mencoba menelusuri adanya kendaraan tengki merah – putih PT Pertamina berkafasitas 24 Kl dengan nomor kode F – PLB 100 nopol BE 9***8 AG sekitar pukul 20.28 wib membelok memasuki jalan poros desa Batu Puru menuju desa Tanjung Sari diduga pengemudi dan kernet melakukan pengoplosan BBM dengan minyak mentah atau barter sebelum di antarkan ke SPBU yang ada di wilayah kabupaten.(23/1/2026) malam.
“Kuat dugaan kendaraan tengki PT Pertamina melakukan overtab oplos BBM di salah satu gudang penimbunan BBM ilegal di Desa Tanjung Sari terbukti sekitar pukul 22.23 wib kendaraan tengki PT Pertamina tersebut keluar menuju jalan lintas meneruskan perjalanan menuju kabupaten Lampung Tengah untuk mengirimkan BBM yang diduga telah di tukar oplos ke salah satu SPBU yang ada di kabupaten.
Atas kondisi tersebut yang terpantau wartawan,masyarakat bersama sejumlah awak media secara tegas mendesak Mabes Polri bersama BPH Migas Pusat untuk turun langsung,membongkar sindikat dugaan jaringan mafia BBM ilegal melibatkan Tengki PT Pertamina,serta membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi ke sejumlah kendaraan tengki PT Pertamina yang kerap berhenti di pinggiran jalan lintas Natar modus beristirahat untuk makan pada malam hari .
Publik kini menunggu bukan lagi pernyataan, melainkan tindakan nyata. Sebab jika praktik yang diduga melanggar hukum ini terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kerugian negara, tetapi juga wibawa hukum dan kepercayaan rakyat terhadap institusi penegak hukum.tegasnya .(Tim)
