Pringsewu, etalaseinfo.co.id – Mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama pesta demokrasi tingkat pekon, Polres Pringsewu mengerahkan 291 personel untuk mengamankan pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Serentak 2026 yang berlangsung Selasa (27/10/2026).
Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) guna memastikan proses pemilihan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kesiapan pengamanan tersebut disampaikan Wakapolres Pringsewu, Kompol Samsuri, usai memimpin apel pergeseran pasukan pengamanan Pilkakon di Mapolres Pringsewu, Senin (26/10/2026) sore.
Samsuri menjelaskan, dari total 291 personel yang dikerahkan, sebanyak 182 personel akan ditempatkan untuk mengamankan tempat pemungutan suara (TPS). Sementara sembilan personel lainnya bertugas sebagai perwira pengendali (padal) wilayah, sedangkan personel selebihnya disiagakan untuk melaksanakan patroli mobile dan mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan.
“Pengamanan kami siapkan secara menyeluruh dengan menempatkan personel di TPS, menyiagakan anggota untuk patroli mobile, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait. Kami ingin memastikan seluruh tahapan Pilkakon berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kompol Samsuri mewakili Kapolres pringsewu AKBP dadi Perdana Putra.
Ia menambahkan, penempatan personel di setiap TPS dilakukan berdasarkan pemetaan tingkat kerawanan dan kondisi wilayah. Jumlah personel yang ditugaskan berkisar antara dua hingga empat anggota di setiap TPS, menyesuaikan situasi dan kebutuhan pengamanan di lapangan.

Menurut Samsuri, keterlibatan berbagai unsur dalam pengamanan menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapsiagaan petugas di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkakon.
“Pengamanan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, sinergi dengan TNI, Satpol PP, Linmas, dan unsur terkait lainnya sangat penting untuk mendukung kelancaran pemungutan dan penghitungan suara serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ungkap Wakapolres.
Pilkakon Serentak 2026 di Kabupaten Pringsewu diikuti 175 calon kepala pekon yang berkompetisi di 59 pekon yang tersebar di sembilan kecamatan. Dengan cakupan wilayah tersebut, kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan selama proses pemilihan berlangsung.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada saat masyarakat menyalurkan hak pilih, tetapi juga selama proses penghitungan suara hingga tahapan setelah pemungutan selesai. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi perselisihan antarpihak pendukung calon, kesalahpahaman, maupun gangguan lain yang dapat memengaruhi ketertiban masyarakat.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat, penyelenggara pemilihan, serta seluruh calon kepala pekon. Dengan demikian, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas tanpa tekanan maupun intimidasi.

Polres Pringsewu juga mengimbau seluruh calon kepala pekon, tim pemenangan, dan masyarakat agar menjaga suasana tetap sejuk, menghormati perbedaan pilihan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, sehingga jangan sampai menimbulkan perpecahan. Apabila ada persoalan, selesaikan melalui mekanisme yang berlaku,” ujar Samsuri
Melalui pengerahan 291 personel dan kolaborasi bersama TNI, Satpol PP, Linmas, serta unsur terkait lainnya, Polres Pringsewu berupaya mengawal Pilkakon Serentak 2026 agar berlangsung aman, tertib, dan demokratis.
Sinergi aparat keamanan, penyelenggara pemilihan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat pekon tersebut, sehingga seluruh rangkaian pemilihan dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin sesuai pilihan masyarakat.(*)
